Klaim Asuransi Penyakit Kritis Naik, Ini Imbauan untuk Masyarakat

International Agency for Research on Cancer memperkirakan akan ada 22 juta kasus baru untuk penyakit kanker di seluruh dunia pada tahun 2030. Sementara itu PT Asuransi Jiwa Sequis Life sepanjag 2017 mencatat total klaim penyakit kanker sebesar 51%.Head of Health Claim Department Sequis Life Hendratno mengatakan temuan diatas linier dengan fakta bahwa biaya pengobatan kanker di Indonesia masih sangat mahal, sementara data BPJS menyebutkan sekitar 71 juta jiwa masyarakat belum terdaftar jaminan kesehatan nasional (JKN)."Sebenarnya kematian akibat kanker dapat dihindari melalui tindakan profilaktik atau pencegahan dan terapeutik atau pengobatan," kata Hendratno dalam keterangannya belum lama ini.
Reni Lestari | 23 Februari 2018 07:31 WIB
Ilustrasi kanker payudara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - International Agency for Research on Cancer memperkirakan akan ada 22 juta kasus baru untuk penyakit kanker di seluruh dunia pada tahun 2030. Sementara itu PT Asuransi Jiwa Sequis Life sepanjag 2017 mencatat total klaim penyakit kanker sebesar 51%.

Head of Health Claim Department Sequis Life Hendratno mengatakan temuan diatas linier dengan fakta bahwa biaya pengobatan kanker di Indonesia masih sangat mahal, sementara data BPJS menyebutkan sekitar 71 juta jiwa masyarakat belum terdaftar jaminan kesehatan nasional (JKN).

"Sebenarnya kematian akibat kanker dapat dihindari melalui tindakan profilaktik atau pencegahan dan terapeutik atau pengobatan," kata Hendratno dalam keterangannya belum lama ini.

Ia menjelaskan semakin cepat kanker ditemukan dan ditangani, semakin tinggi angka keberhasilan pasien yang bisa sembuh. Pencegahan kanker sejak dini, lanjutnya, diperlukan agar tidak terlalu membebani pasien dan keluarganya untuk membiayai pengobatan.

"Jangan biarkan kanker merenggut kebahagian keluarga Anda,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Hendra menyarankan agar orang sehat (bebas kanker) memerhatikan kebersihan diri dan lingkungan termasuk juga mempraktikkan pola hidup sehat.

“Misalnya menghindari praktik kehidupan seksual yang non higienis dengan tidak melakukan hubungan seks berisiko tinggi dan menunda melakukan hubungan seks pertama di usia terlalu muda, di bawah 20 tahun, agar terhindar dari kanker ginekologi,” ujarnya.

Selain itu, Hendratno pun menganjurkan masyarakat menghentikan kebiasaan merokok terutama pada wanita, karena tembakau dapat merusak sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi Human Papillomavirus (HPV) pada serviks.

Demikian juga agar tidak membiasakan menginang atau mengunyah dauh sirih, karena dapat meningkatkan kemungkinan kanker bibir, mulut dan orofaring (bagian dari saluran pencernaan dan saluran pernapasan yang terdapat pada daerah belakang mulut).

Menjalani gaya hidup sehat juga penting, imbuhnya, antara lain dengan memperbanyak makanan kaya vitamin, asam folat, beta karotin dan selulosa, serta mengurangi asupan lemak dan kolesterol.

"Hindari juga paparan zat kimia terutama bagi mereka yang bekerja di lokasi dengan kadar polusi atau karsinogen tinggi. Patuhi peraturan keselamatan kerja dan gunakan alat pelindung selama di lokasi kerja," tambah Hendratno.

Hal lain yang disarankan sebagai tindakan pencegahan adalah melakukan vaksin, pengobatan tumor jinak dan lesi prakanker, dengan biaya yang relatif terjangkau dan lebih efektif daripada mengobati kanker invasif yang telah terjadi.

Langkah antisipasi dengan menjaga kesehatan bisa pula diiringi dengan mendaftarkan diri pada asuransi penyakit kritis, salah satunya yang ditawarkan Sequis Life. Produk pertanggungan pernyakit kritis yang dipasarkan Sequis yakni Sequis Q Early Payout Critical Illnes Plus Rider, yang memberikan perlindungan menyeluruh sampai dengan 120 penyakit kritis. Nilai Uang Pertanggungan (UP) yang dijamin produk ini senilai Rp 3 miliar atau USD 300,000 atau 3 x UP polis dasar.

Tag : asuransi kesehatan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top