Satgas IPO BUMN Lakukan Penilaian 5 Calon Emiten Anak Usaha Pelat Merah

Satuan tugas penawaran umum perdana saham Kementerian Badan Usaha Milik Negara tengah melakukan penilaian terhadap calon emiten anak usaha pelat merah.
M. Nurhadi Pratomo | 22 Maret 2018 14:12 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com,JAKARTA — Satuan tugas penawaran umum perdana saham Kementerian Badan Usaha Milik Negara tengah melakukan penilaian terhadap calon emiten anak usaha pelat merah.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro menjelaskan bahwa tim satuan tugas (Satgas) penawaran umum perdana saham (IPO) BUMN tengah menyusun hasil penilaian dan rekomendasi untuk calon emiten anak usaha pelat merah. Saat ini, terdapat lima entitas anak yang tengah melalui proses.

Aloysius menyebutkan lima anak usaha BUMN tersebut yakni PT Bank BRI Syariah, PT Wijaya Karya Realty, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal, dan PT Phapros Tbk. Menurutnya, masih ada lima calon emiten entitas anak pelat merah yang telah menyatakan minatnya untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Proses persiapan internal perseroan jalan terus saja. Kami [Satgas] hanya memberikan rekomendasi,” ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (21/3/2018).

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mengatakan saat ini rencana IPO anak usaha, Indonesia Kendaraan Terminal, masih dibahas secara internal. Pihaknya belum bersedia membeberkan secara detail jumlah saham yang bakal dilepas perseroan.

“Masih proses persiapan internal,” ujarnya saat diminta konfirmasi.

Sebagai catatan, Wijaya Karya Realty telah melakukan mini expose di BEI pada pekan lalu. Anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. itu akan melepas 25% saham baru pada April 2018.

Selanjutnya, Bank BRI Syariah juga telah melakukan mini expose pada awal Maret 2018. Perseroan berencana melepas 30% saham melalui IPO yang ditargetkan digelar pada semester I/2018.

Anak usaha BUMN lainnya, Phapros, perseroan menyebut akan melakukan penggalangan dana segar melalui right issue secara bertahap pada akhir 2018 dan awal 2019. Target serapan dana dari aksi korporasi tersebut mencapai Rp800 miliar.

Tag : bumn, ipo
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top