Ini Tips Pilih Saham Perusahaan Yang Cocok Untuk Investasi

Alasan lain untuk berinvestasi saham adalah faktor likuiditas, di mana saham merupakan salah satu instrumen investasi yang relatif mudah untuk dibeli dan dijual apabila investor membutuhkan dana dalam waktu cepat.
Asteria Desi Kartika Sari | 14 April 2018 14:06 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Alasan lain untuk berinvestasi saham adalah faktor likuiditas, di mana saham merupakan salah satu instrumen investasi yang relatif mudah untuk dibeli dan dijual apabila investor membutuhkan dana dalam waktu cepat.

Perencana keuangan Stanley Christian menambahkan di pasar saham terdapat beberapa tingkat perusahaan saham seperti blue chips atau lapis pertama, lapis kedua, dan lapis ketiga. Perusahan saham lapis ketiga, biasanya dikenal dengan istilah saham 'gorengan'. Dia merekomendasikan apabila seseorang memutuskan untuk berinvestasi saham, sebaiknya memilih saham blue chips seperti perusahaan infastruktur dan consumer goods yang memiliki pergerakan lebih stabil.

"Kalau untuk tujuan investasi sangat tidak direkomendasikan untuk saham gorengan atau lapis tiga, harganya cukup murah berapa rupiah per lembar saham, karena murah biasanya bergerakannya sangat cepat,ini lebih cocok untuk trader," kata Stanley.

Guna memilih saham yang tepat, memang secara teknik seorang investor dapat melakukan teknikal analis grafik dan angka. Namun, dia menilai yang paling penting adalah mengetahui secara fundamental atau mengetahui kesehatan perusahaan melalui laporan keuangan yang secara rutin diterbitkan oleh masing-masing perusahaan.

"Ini yang paling mudah dan paling sederhana. Investasi saham direview setahun sekali guna melihat kinerja nya apakah sesuai target atau tidak .Tujuannya untuk tetap menjaga instrumen investasi masih on track," jelasnya.

Selain itu, cara lainnya untuk meminimalisir risiko adalah dengan diversifikasi investasi guna memecah aset dengan tidak menaruh telur disatu keranjang. "Dalam konteks saham, jangan menaruh pada sektor yang sama," lanjutnya.

Tag : saham
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top