Dapat Tambahan Dana, Fintech Modalku Targetkan Pembiayaan Baru

Perusahaan teknologi finansial di bidang pinjaman langsung tunai atau peer-to-peer (P2P) lending PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) menargetkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp500 miliar pada semester I/2018.
Nindya Aldila | 19 April 2018 10:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan teknologi finansial di bidang pinjaman langsung tunai atau peer-to-peer (P2P) lending PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) menargetkan penyaluran pembiayaan baru senilai Rp500 miliar pada semester I/2018.

COO Modalku Iwan Kurniawan mengatakan pinjaman yang telah disalurkan ke UMKM dalam negeri mencapai Rp200 miliar pada kuartal I/2018. Dengan demikian, pencapaian tahun ini bakal lebih baik, mengingat penyaluran pembiayaan di Indonesia pada tahun lalu mencapai Rp500 miliar.

Dia semakin optimistis, target tersebut bakal tercapai seiring dengan datangnya pendanaan asing pada awal tahun ini dari SoftBank Ventures Korea senilai US$25 juta. Bahkan dengan nilai tersebut, Iwan yakin bakal  mendukung permodalan perusahaan hingga 2-3 tahun ke depan.

Saat ini Modalku telah beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Modalku mencatat telah mengalami pertumbuhan hingga sembilan kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“[Penyaluran pinjaman] Kami sudah mencapai Rp1,4 triliun dari tiga negara, di mana di Indonesia hampir Rp800 miliar. Pada semester I tahun ini kami mengincar pinjaman Rp500 miliar,” ujarnya dikutip Bisnis.com, Kamis (19/4/2018).

Adapun non performing loan (NPL), sejauh ini menurutnya masih dalam batas wajar yakni sekitar 1%. "Semakin kecil NPL, maka inklusi keuangan malah tidak berjalan, jadi jangan salah," ungkapnya.

Hingga saat ini peminjam UMKM dapat mendaftar untuk pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp2 miliar dengan tenor hingga 24 bulan.

Lebih lanjut, CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan dalam tahun ini, Modalku bakal lebih berfokus pada perbaikan layanan terutama terkait dengan kecepatan, ketimbang diversifikasi produk.

“Potensinya tinggi, sedangkan [kemampuan] kami masih belum dapat mengimbangi. Satu-satunya yang dapat kami lakukan adalah eksperimen, dengan begitu kami semakin tahu apa yang mesti kami lakukan dan apa yang tidak,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, perusahaan bakal lebih fokus menggarap daerah yang memang saat ini sudah memiliki penetrasi paling baik, yakni Jabodetabek.

"Jangan salah, meski Jabodetabek UMKM paling besar, kalangan unbank juga paling banyak di sini," katanya. Jika sudah tergarap maksimal, barulah Modalku akan mengekspansi bisnisnya ke luar Jawa.

Tag : fintech
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top