BJB Syariah Raup Laba Rp6,8 Miliar Pada Kuartal I

Bank BJB Syariah meraup laba bersih Rp6,8 miliar selama kuartal pertama tahun ini, melonjak 250% dari realisasi laba pada periode yang sama tahun lalu.
Kahfi | 26 April 2018 13:45 WIB
Logo Bank BJB Syariah.

Bisnis.com, BANDUNG -- Bank BJB Syariah meraup laba bersih Rp6,8 miliar selama kuartal pertama tahun ini, melonjak 250% dari realisasi laba pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama BJB Syariah, Indra Falatehan mengungkapkan torehan kinerja anak usaha Bank BJB (BJBR) itu, terkerek seiring peningkatan marjin bersih yang tumbuh 1,2% (YoY), atau senilai Rp94,9 miliar.

“Dengan catatan laba bersih tersebut, maka pada kuartal pertama tahun ini, laba bersih kami tumbuh 250% [YoY],” ungkap Indra di Bandung, Kamis (26/4/2018).

Dari sisi rasio profitabilitas, BJB Syariah mencatatkan hasil yang positif dengan rasio Return on Assets sebesar 0,5%, sedangkan Return on Investment mencapai 4,3%.

Dari sisi ekuitas, rasio kecukupan modal (CAR) perusahaan juga terjaga sebesar 17,5%. Sedangkan kinerja penghimpunan dana murah yang tercermin dari rasio CASA, tumbuh 27,3%, dengan nilai penambahan sebesar Rp130 miliar.

Indra menilai pasar perbankan syariah masih cukup potensial, terlebih untuk wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten yang merupakan area operasional BJB Syariah. Di Jabar, pangsa pasar perbankan syariah bisa di atas nasional, yakni 8,5%.

Peluang menggenjot kinerja tahun inipun terbuka lebar. Indra menyebutkan dua strategi yang akan mengungkit kinerja perusahaan, menggemukan penghimpunan dana murah, serta melakukan perbaikan tingkat non performing financing (NPF).

BJB Syariah menggencarkan beberapa strategi menjaring dana murah. Indra mengutarakan di antaranya mengejar perizinan untuk kembali sebagai Bank Penerima Setoran-Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH). “Kami pernah melakukannya pada 2014. Untuk tahun ini, semoga perizinan sgera turun, dari OJK sudah mendukung, pemegang saham juga,” ungkap Indra.

Dia melanjutkan BJB Syariah telah bekerja sama untuk fasilitas pembayaran gaji aparat sipil negara di beberapa kementerian dan instansi. Salah satunya adalah di lingkungan perguruan tinggi, seperti UIN Jakarta dan UIN Bandung.

Hingga kuartal pertama tahun ini, komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BJB Syariah terdiri dari nasabah ritel dan korporasi. Akan tetapi, nasabah korporasi berkontribusi lebih besar sekitar 60%, dan ritel 40%.

Direktur BJBS Toto Susanto merincikan sejauh ini, DPK berup a tabungan mencapai 27%. Ke depan, katanya, jumlah tabungan akan ditingkatkan hingga 35%. “Sedangkan ritel nanti 45% dan korporasi 55%,” simpul Toto.

Dia mengatakan dengan mengikis jumlah deposito dan korporasi, serta menggenjot tabungan maupun giro, BJBS dapat menekan tingkat BOPO. “Hasilnya, tingkat laba pun akan meningkat,” kata Toto.

Selain itu, tegas Toto, BJBS telah meluncurkan produk digital serta pelayanan pendaftaran nasabah yang praktis. Dengan ekspansi produk seperti “Jemput Maslahah”, Toto mengharapkan akan menyedot lebih banyak nasabah dari kalangan pekerja dan anak muda.

Sejalan dengan strategi menggarap DPK murah serta perbaikan NPF, BJBS pun berkomitmen menggenjot kinerja pembiayaan. Terlebih, pada tahun ini tetap menjalani peran sebagai penyalur pembiayaan perumahan bersubsidi.

Tag : bank bjb syariah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top