Capaian Pinjaman Fintech Menjelang Pertengahan Tahun Positif

Sejumlah fintech telah mencatatkan capaian penyaluran pinjaman yang cukup menggembirakan menjelang pertengahan tahun ini. Kendati tidak banyak berharap pada peningkatan bulan Ramadhan, semester IIdiyakini bakal menj getadi momentum meningkatnya pinjaman.
Nindya Aldila | 12 Mei 2018 10:40 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com JAKARTA -- Sejumlah fintech telah mencatatkan capaian penyaluran pinjaman yang cukup menggembirakan menjelang pertengahan tahun ini. Kendati tidak banyak berharap pada peningkatan bulan Ramadhan, semester II
diyakini bakal menjadi momentum meningkatnya pinjaman.

Chief Investment Officer & Co-Founder PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Christopher Gultom mengaku tidak memiliki strategi khusus menjelang
Ramadhan. Namun, dia optimistis dengan mulai kembali banyaknya proyek pemerintah setelah Ramadhan, akan terjadi rebound.

“Pada Ramadhan tidak akan naik signifikan karena kami banyak pelanggan kontraktor dan mungkin mereka pekerjaannya agak sedikit melambat. Mulai semester II, proses
lelang selesai, jadi proyek bakal lebih kencang lagi,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat (11/5).

Dari sisi lender, biasanya dana investasi akan banyak dialihkan untuk konsumsi Lebaran, sehingga kenaikan pinjaman pada Ramadhan tidak akan naik signifikan.

Akseleran telah mencatatkan penyaluran pembiayaan mencapai Rp45 miliar hingga akhir April 2018. Bahkan capaian pada kuartal I sudah melampaui target yang awalnya
dipatok sekitar Rp30 miliar. Hingga akhir 2018, Akseleran menargetkan penyaluran pembiayaan mencpai Rp200 miliar.

Selain itu, Akseleran juga bakal menggenjot penyaluran pembiayaan lewat produk baru dengan basis syariah. “Produk baru mudah-mudahan syariahnya bakal keluar, tetapi
kami belum mulai mengurus ke OJK. Mungkin Mei atau Juni,” katanya,

Lain halnya dengan Akseleran, PT Investree Radhika Jaya (Investree) tengah gencar menggandeng kerja sama dengan lembaga institusi keuangan sebagai institutional lender.

Belum lama ini, Investree berkolaborasi dengan Amar Bank guna meningkatkan penyaluran pinjaman kepada masyarakat.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi
mengatakan, kerja sama tersebut bakal menguntungkan kedua belah pihak. Ke depannya, perbankan dapat meraih keuntungan kerja sama yaitu akses luas penambahan jumlah nasabah selaku peminjam.

“Bekerja sama dengan perbankan sangat menguntungkan berbagai pihak, baik dari Investree, masyarakat, maupun perbankan itu sendiri. Ke depannya kami berharap program
ini dapat berjalan dengan lancar. Akses masyarakat terhadap layanan finansial pun semakin meningkat,” kata Adrian.

Sebelumnya, Investree juga telah menanda tangai perjanjian kerja sama dengan PT Indosurya Inti Finance dan PT Bank Sumut sebagai institutional lender.

Hingga awal Mei 2018, Investree tercatat telah memfasilitasi pinjaman senilai Rp773 miliar dan menyalurkan pinjaman sebesar Rp635 miliar. Adapun total penyaluran
pinjaman tahun ini mencapai Rp1 triliun.

Kini Investree memiliki produk andalan pinjaman bisnis berbasis invoice. Adapun portofolio peminjam terbesar Investree adalah berasal dari kategori industri kreatif, jasa, dan makanan dan minuman yang mayoritas merupakan UMKM.

Sementara itu COO PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) Iwan Kurniawan mengatakan capaian pinjaman Modalku telah mencapai Rp1,4 triliun dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura per kuartal I/2018.

Hingga saat ini, pinjaman yang telah disalurkan ke dalam negeri mencapai Rp200 miliar pada kuartal I/2018. Dengan demikian, pencapaian tahun ini bakal lebih baik, mengingat penyaluran pinjaman di Indonesia pada tahun lalu mencapai Rp500 miliar.

Guna menghadapi Ramadhan, Modalku berencana untuk memberikan berbagai promosi guna meningkatkan volume pinjaman.

Tag : fintech
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top