Pasar Tunggu BI 7 Day Repo Rate, Ekonom Beberkan Efeknya ke Pasar

Institute for Development of Economics and Finance memprediksi Bank Indonesia akan menaikkan BI 7-Day Repo Rate menjadi 4,50% pada rapat dewan gubernur (RDG) 16-17 Mei 2018.
Linda Teti Silitonga | 17 Mei 2018 11:05 WIB
pasar tunggu Bi Rate. - .

Bisnis.com, JAKARTA— Institute for Development of Economics and Finance memprediksi Bank Indonesia akan menaikkan BI 7-Day Repo Rate menjadi 4,50% pada rapat dewan gubernur (RDG) 16-17 Mei 2018.

“BI diprediksi akan naikan bunga acuan 25 bps pada RDG pekan ini, sehingga 7 Days Repo Rate menjadi 4,50%,” kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira kepada Bisnis.com, Kamis (17/5/2018).

Dia memprediksi sampai akhir tahun ini, kemungkinan BI akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali.

“Sangat mungkin ada dua kali penyesuaian BI 7 Days Repo Rate secara bertahap sehingga menjadi 4,75%,” kata Bhima.

Problemnya ujar dia, langkah BI memang terlambat untuk menaikkan bunga acuan setelah rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot sejak Maret.

“Seharusnya Maret lalu naikan 25 Bps sebagai respons naiknya Fed Rate untuk tekan keluarnya dana asing,” kata Bhima.

Dia mengemukakan jika pada pertemuan pekan ini, BI menaikkan suku bunga acuannya, kemungkinan efeknya kecil ke penguatan rupiah karena ekspektasi pasar masih cemas soal rentetan aksi terorisme.

“Kemarin kan ada serangan lagi di Riau. Ini jadi sentimen negatif buat pasar bisa meng-offset ekspektasi kenaikan bunga acuan,” kata Bhima.

Belum lagi ujarnya, pelaku pasar mencermati data data fundamental ekonomi yang belum solid misalnya pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2018 cuma 5,06%, kemudian defisit perdagangan bulan April US$1,63 miliar yang menjadi terparah sejak 2014, dan defisit transaksi berjalan terus melebar.

“Jadi dengan BI naikan 25 Bps, rupiah bisa menguat tapi hanya Rp100-Rp200 per dolar dan sifatnya temporer. Jika ingin rupiah menguat signifikan maka kenaikan bunga acuan idealnya 50 bps,” kata Bhima.

Hal itu mengingat bunga acuan yang naik, tidak akan langsung ditransmisikan ke kenaikan bunga kredit.

Bhima mengemukakan saat ini bank akan sangat hati-hati menaikkan bunga kredit, karena kondisinya saat ini likuiditas bank masih cukup gemuk dengan CAR 22% dan LDR di 89,6%.

“Jadi tidak langsung memberatkan dunia usaha dan perbankan juga. Justru dengan bunga acuan yang dinaikkan, investasi asing masih tertarik masuk ke Indonesia. Ada supply modal asing yang akan kembali ke Indonesia terutama di pasar sekunder. Perusahaan bisa lebih banyak terbitkan obligasi dan saham untuk cari modal alternative,” kata Bhima.

 

Perubahan BI 7-Day Repo Rate

19 April 2018          4,25%

22 September 2017 4,25%

22 Agustus 2017     4,50%

20 Juli 2017            4,75%

22 September 2016 5,00%

19 Agustus 2016     5,25%

 

Sumber: Laman BI, 2018

Tag : BI Rate
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top