Syariah Bukopin Bidik Amal Usaha Muhammadiyah

Bank Syariah Bukopin (BSB) semakin agresif dalam membidik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk menjadi target penyaluran pembiayaan perseroan hingga penghujung tahun ini.
Puput Ady Sukarno | 07 Juni 2018 03:44 WIB
Bank Syariah Bukopin

Bisnis.com,JAKARTA -- PT Bank Syariah Bukopin (BSB) semakin agresif dalam membidik Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk menjadi target penyaluran pembiayaan perseroan hingga penghujung tahun ini.

Pasalnya, setelah pada akhir Mei lalu menjalin penandatanganan pembuatan dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), kini BSB kembali telah menggandeng AUM lainnya yakni Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) tentang penggunaan fasilitas pembiayaan berupa modal kerja untuk penambahan gedung 19 lantai Kampus tersebut.

Penandatanganan perjanjian kerjasama telah dilakukan Selasa (5/6) malam, oleh Direktur Utama BSB Saidi Mulia Lubis dengan Rektor UMT Achmad Badawi, dan disaksikan oleh jajaran Wakil Rektor UMT, Direktur Bisnis BSB dan Manajemen BSB Capem BSD.

“Kerjasama ini merupakan sinergi berkelanjutan yang telah berlangsung dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dimana UMT merupakan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang dimiliki oleh Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan,” jelasnya, Rabu (6/6).

Pihaknya berharap penandatanganan tersebut akan memberikan hal positif serta keuntungan bagi kedua pihak.

"Sampai saat ini, kami telah bersinergi dengan UMT dalam mengimplementasikan rencana strategis UMT seperti pembangunan gedung baru, pembangunan laboratorium kampus, SPP Online dan Co-Branding yang merupakan produk dan jasa layanan milik BSB," ujarnya.

Saidi menargetkan total pembiayaan yang dapat disalurkan kepada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tahun ini mampu menembus sebesar Rp1 triliun.

Pihaknya optimistis hal itu dapat terealisasi dengan baik seiring besarnya potensi yang memang bisa digarap dengan AUM milik Muhammadiyah tersebut.

Apalagi hingga saat ini pembiayaan yang disalurkan untuk AUM mencapai sekitar Rp650 miliar.

Menurutnya berbagai kemudahan layanan nasabah bertransaksi telah disediakan BSB dengan fasilitas mobile banking/BSB Mobile secara realtime online.

Sejumlah kemudahan itu antara lain, cek saldo pemindahbukuan gratis, fund transfer; pembayaran PLN (Postpaid, Non Tagihan Listrik), jasa telekomunikasi, dan PDAM.

Nasabah juga secara realtime bisa melakukan secara realtime, seperti tagihan pulsa pascabayar, penerimaan negara (Pajak, Non Pajak, Bea&Cukai), tiket KAI, Ziswaf, BPJS Kesehatan, pembayaran multifinance, pembayaran lainnya seperti TV kabel, dan pembelian voucher pulsa handphone serta PLN Prepaid.

BSB dalam melayani nasabah juga didukung oleh jaringan kantor sebanyak 24 outlet yang terdiri dari 12 kantor cabang, 8 kantor cabang pembantu, 4 kantor kas, 97 kantor layanan Syariah yang berada di PT Bank Bukopin, Tbk., dan jaringan ATM yang meliputi ATM Bank Syariah Bukopin, ATM jaringan Bank Bukopin, ATM Jaringan Prima dan ATM Bersama.

Sementara itu, pada Triwulan Pertama Tahun Ini, BSB berhasil mencatatkan realisasi penyaluran pembiayaan hingga mencapai Rp4,302 triliun.

Mayoritas dari jumlah pembiayaan tersebut disalurkan kepada beberapa sektor prioritas yakni antara lain pendidikan, kesehatan, supplier dan perdagangan.

Adapun raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Triwulan Pertama Tahun ini mencapai Rp188 miliar, dengan kondisi rasio kecukupan modal (CAR) 19,25%, dan rasio kredit bermasalah atau non performing finance /NPF net 3,86%.

Tag : bank bukopin syariah
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top