PLN Butuh Pinjaman US$2,5 Miliar, BRI Siapkan Fasilitas Pembiayaan

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berencana mengambil peran dalam membiayai kebutuhan pembiayaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang akan digunakan untuk mendanai sejumlah proyek elektrifikasi di Pulau Sumatra dan Sulawesi.
Ilman A. Sudarwan | 10 Juni 2018 19:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berencana mengambil peran dalam membiayai kebutuhan pembiayaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang akan digunakan untuk mendanai sejumlah proyek elektrifikasi di Pulau Sumatra dan Sulawesi.

Direktur Corporate Banking BRI Kuswiyoto mengatakan pihaknya telah menyiapkan pembiayaan kepada PLN sesuai dengan pipeline pembiayaan BRI. Meski begitu dia belum bisa menyebutkan berapa penawaran pembiayaan yang telah diajukan.

“Kami sudah ada pipeline untuk pinjaman kepada PLN tetapi bentuknya rupiah. Untuk angka persisnya berapa pinjamannya belum ada, tetapi kami sudah siapkan plafonnya,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia menyatakan, besaran nilai pembiayaan akan menyesuaikan dengan batas maksimum pemberian kredit (BMPK) BRI. “BMPK kami kan terbatas, sudah penuh banget, jadi nanti kami mengikuti BMPK, pokoknya kami mentokin sampai BMPK, all out lah untuk mendukung PLN,” katanya.

Sebagaimana diketahui, PLN menyatakan sedang mencari sumber pinjaman perbankan senilai US$2,5 miliar pada semester II/2018. Sumber dana tersebut diharapkan diperoleh dari pinjaman perbankan baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah mengungkapkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menarik pinjaman dari perbankan hingga US$2,5 miliar. Rencananya, aksi korporasi tersebut akan dilakukan pada semester II/2018.

Edwin menjelaskan bahwa penarikan pinjaman perbankan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan modal investasi perseroan. Pasalnya, penerbitan obligasi global sebelumnya dilakukan untuk kebutuhan refinancing utang obligasi yang memiliki bunga lebih tinggi.

Tag : bri, pln
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top