Fed Beri Sinyal 4 Kali Kerek Suku Bunga, Berikut Agenda Rapat Hingga Akhir Tahun

Tiga indeks di bursa saham Amerika Serikat melemah setelah bank sentral AS Federal Reserve mengumumkan mengerek suku bunganya menjadi 2%.
Linda Teti Silitonga | 14 Juni 2018 05:46 WIB
Bank sentral AS The Federal Reserve - Reuters/Larry Downing

Bisnis.com, JAKARTA—  Tiga indeks di bursa saham Amerika Serikat melemah setelah bank sentral AS Federal Reserve mengumumkan mengerek suku bunganya menjadi 2%.

Berdasarkan data Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 119,53 poin atau 0,47% ke level 25.201,2. Koreksi juga terjadi untuk Indeks S & P 500 yang tergerys 11,22 poin atau 0,40% menjadi 2.775,63.

Adapun, Indeks Nasdaq Composite naik turun 8,10 poin atau 0,11% ke level 7.695,70.

Federal Reserve menaikkan suku bunga seperti yang talah diduga pasar, dan memproyeksikan sedikit lebih cepat untuk kembali mengerek suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Dua kenaikan tambahan diharapkan terjadi hingga akhir tahun ini.

Dalam keputusannya pada hari Rabu atau Kamis dini hari WIB, Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin hingga mengerek angka 1,75% menjadi 2%.

" Kenaikan Juni sudah diduga pasar, dan pasar melihat untuk enam bulan ke depan dan itu sedikit lebih hawkish," kata Jason Ware, kepala investasi Albion Financial seperti dikutip reuters, Kamis (14/6/2018).

Seperti diketahui, Federal Reserve untuk kedua kalinya menaikkan suku bunga acuannya menjadi 2%.

Kenaikan suku bunga 25 basisi poin dilakukan setelah mengadakan pertemuan dua hari, 12-13 Juni 2018.

Kenaikan Fed Rate untuk tahun ini, pertama kali dilakukan pada 20 Maret yang mengerek suku bunga dari semula 1,5% menjadi 1,75%.

Langkah the Fed menaikkan suku bunga kedua kalinya pada Juni, memang sudah diprediksi pelaku pasar.

Semalam, Fed juga mengisyaratkan akan menoleransi inflasi di atas target 2%, setidaknya sampai 2020.

"Perekonomian berjalan dengan sangat baik," kata Ketua Fed Jerome Powell dalam konferensi pers setelah Komite Pasar Terbuka Federal, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/6/2018).

Dia mengemukakan ketersediaan lapangan pekerjaan terus meningkat, yang menekan angka pengangguran. “Prospek keseluruhan untuk pertumbuhan tetap baik."

Pejabat The Fed memproyeksikan akan terdapat total empat kali peningkatan suku bunga acuan pada 2018. Hal tersebut sejalan dengan tingkat pengganguran yang menurun dan inflasi yang melampaui target lebih cepat dari prediksi sebelumnya, sperti dikutip Bloomberg.

Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan pertumbuhan ekonomi harus terus berlanjut meski terdapat indikasi laju kenaikan suku bunga. Komite berharap terjadi peningkatan bertahap untuk tingkat dana federal akan konsisten berkelanjutan dengan kegiatan ekonomi.

“Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi mendekati 2% atau sejalan dengan tujuan komite selama jangka menengah,” menurut pernyataan FOMC usai pertemuan.

 

Berikut jadwal rapat Fed hingga akhir 2018

31 Juli-1 Agustus

25-26 September

7-8 November

18-19 Desember

 

Sumber:federalreserve.gov

Tag : Kebijakan The Fed
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top