Ini Alasan "First Jobber" Harus Memiliki Asuransi Kesehatan

Saat memasuki dunia kerja, para pekerja baru (first jobber) harus bijak mengatur keuangan, termasuk asuransi. First jobber dapat memulai dengan asuransi kesehatan.
Azizah Nur Alfi | 11 Agustus 2018 10:25 WIB
Ilustrasi - thisisaustralia.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Saat memasuki dunia kerja, para pekerja baru (first jobber) harus bijak mengatur keuangan, termasuk asuransi. First jobber dapat memulai dengan asuransi kesehatan.

Menurut survei yang dilakukan oleh The Harris Poll, sebuah lembaga survei dari AS yang melakukan survei mengenai asuransi dan angkatan kerja, 1 dari 5 orang usia 18-36 tahun tidak memiliki asuransi kesehatan karena menganggap premi asuransi mahal.

Survei yang sama dilakukan oleh InsuranceQuote.com, sebuah website keuangan terkemuka, yang menyatakan kelompok umur 18-29 tahun lebih memilih asuransi lain seperti asuransi mobil dibandingkan asuransi kesehatan.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Sabtu (11/8/2018), Bhinneka Life mencatat lima alasan first jobber harus segera memiliki asuransi kesehatan.

1. Tekanan kerja picu tingkat stres

Tuntutan kerja saat ini semakin tinggi, sehingga seringkali pekerja bekerja hingga larut dan lupa istirahat. Tekanan kerja yang tinggi tanpa diimbangi istirahat yang cukup juga memicu stres yang menjadi sumber beragam penyakit.

Tentu pekerja harus bisa mengontrol stres dengan baik dan menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan proteksi yang baik, pekerja akan tetap merasa aman ketika risiko terjadi.

2. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat dapat memengaruhi kesehatan Anda. Menurut data Kementerian Kesehatan, 60% kematian di Indonesia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, gangguan ginjal, dan lain-lain.

Oleh karena itu, Anda harus terus hidup sehat. Namun, secara bersamaan, juga harus melindungi diri dari risiko-risiko penyakit berbahaya tersebut dengan asuransi yang berasal dari perusahaan asuransi terpercaya.

3. Agar tak mengganggu keuangan kamu

Direktur Utama Bhinneka Life Wiroyo Karsono menjelaskan masyarakat sebaiknya memilih produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak memberatkan para nasabahnya.

“Ketika dirawat di rumah sakit misalnya, pilih perusahaan asuransi yang memberikan bantuan maksimal. Bhinneka Life menerapkan sistem cashless, di mana nasabah yang menjalani perawatan di rumah sakit rekanan tidak perlu mengeluarkan biaya rumah sakit. Namun, jika mereka menjalani perawatan di rumah sakit non rekanan, mereka bisa reimburse dengan proses cepat. Kami menyebutnya express claim, yaitu proses klaim dalam satu hari,” katanya.

4. Manfaat investasi

Dengan berasuransi, sebenarnya Anda dapat mengambil manfaat investasinya sekaligus. Jadi, dengan membayar premi secara berkala setiap bulan, di samping mendapatkan perlindungan kesehatan, di kemudian hari uang yang ditanamkan bisa tumbuh.

Sudah banyak perusahaan yang memiliki produk ini, termasuk Bhinneka Life.

5. Plafon asuransi kesehatan kantor mungkin tidak besar

Meski Anda adalah karyawan baru di kantor, Anda pasti juga sudah mendapatkan asuransi dari kantor. Agar bisa mendapatkan pelayanan dan perlindungan yang maksimal, selain asuransi dari kantor, tidak ada salahnya memiliki asuransi kesehatan yang membolehkan double claim. Dengan demikian, keduanya bisa saling melengkapi.

Tag : asuransi kesehatan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top