Tertanggung Asuransi Jiwa Susut, Literasi Harus Lebih Ekstensif

Jumlah tertanggung industri asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 9% secara tahunan pada Semester I/2018, yakni menjadi 53,27 juta. 
Reni Lestari | 28 Agustus 2018 07:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah tertanggung industri asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 9% secara tahunan pada Semester I/2018, yakni menjadi 53,27 juta. 

Berdasarkan catatan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal II 2018, penetrasi asuransi jiwa dilihat dari besarnya jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk menunjukkan nilai di angka 6,6%. Angka tersebut belum memenuhi target asosiasi yang diharapkan berkisar 10% hingga 15%.  

Pengamat asuransi sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko & Asuransi (Stimra) Jakarta Hotbonar Sinaga berpendapat, literasi asuransi harus diperluas dalam rangka memperdalam penetrasi pasar. 

"Edukasi harus tetap dilakukan bersama-sama untuk lebih memasyarakatkan asuransi. Termasuk [program semacam] insurance goes to campus, insurance goes to school, insurance goes to ibu-ibu. Jadi lebih luas literasinya," kata Hotbonar kepada Bisnis, Senin (27/8/2018). 

Sementara itu, mengenai tren penurunan jumlah tertanggung yang terjadi selama beberapa tahun ke belakang, Hotbonar memandang penyebabnya adalah faktor eksternal berupa kondisi ekonomi yang masih lesu. Selain itu dia juga memandang adanya peralihan nasabah dari produk tradisional ke produk yang mengandung investasi atau unit link. 

"Jadi kalau asuransi tradisional memang tidak mengalami peningkatan karena keadaan ekonomi masih belum pasti," lanjutnya. 

Dia mengatakan, literasi mengenai asuransi terutama harus ditingkatkan di kawasan Indonesia Timur yang rata-rata memiliki pendapatan per kapita yang masih rendah. 

Tag : asuransi jiwa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top