EDUKASI DUIT: Kunci Mencetak Profit

Katakanlah, sebuah merek produk minyak angin katakan Tiger balm itu jauh lebih besar daripada Cap Lang.  Atau minyak angin Siang oil Thailand,  kenapa harga nya Rp75.000 sebesar enam kali lipat minyak angin Cap Lang? 
News Writer | 20 September 2018 20:37 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis/swi

Bisnis.com, JAKARTA — Mengapa kapitalisasi perusahaan di Indonesia tidak sebesar perusahaan di Thailand atau Singapura?

Katakanlah, sebuah merek produk minyak angin katakan Tiger balm itu jauh lebih besar daripada Cap Lang.  Atau minyak angin Siang oil Thailand,  kenapa harga nya Rp75.000 sebesar enam kali lipat minyak angin Cap Lang? 

Alasan kita,  mungkin memang daya beli masyarakat di Thailand lebih tinggi daripada Indonesia. Anda beli tiket kereta di Bangkok train itu Rp80.000 per hari. Di Indonesia saya pakai 6 bulan. 

Kapitalisasi perusahaan Indonesia ketinggalan karena aset perusahaan terutama dihitung dari properti.  Di Bangkok, Anda membangun gedung harga tanahnya naik jadi Rp 400 juta per meter.  Di Indonesia kapan bisa segitu. 

Bilamana tanah di Jakarta tidak ada mencapai Rp400 juta, bagaimana caranya kita mengejar kapitalisasi perusahaan Indonesia?  Harga produknya saja ketinggalan enam kali lipat. 

Halangan kapitalisasi perusahaan menjadi besar itu adalah konsep lama di mana omzet diperbesar menghasilkan profit kemudian diinvestasikan menjadi aset.  Cara ini lambat.

Cara kapitalisasi perusahaan menjadi besar pada saat ekspansi go regional ke negara-negara lain pastikan, omzet Anda ditalangi bank menjadi aset.

Pernah ada pertanyaan ke saya, bagaimana kita dapat memanfaatkan kredit bank supaya menjadi aset kita di masa depan, dengan tantangan kita harus menciptakan marjin profit yang lebih besar persentase dibandingkan dengan bunga kredit tersebut?

Ketika di sekolah kita diajarkan bahwa bisnis ditujukan untuk profit bagi pemilik perusahaan.  Yang tidak diajarkan adalah tujuannya pemilik perusahaan bukan profit tetapi aset dalam bentuk :

1. Properti,  mesin yang bisa diagunkan

Jadi caranya adalah omzet Anda ditalangi bank.  Supaya ditalangi bank Anda harus menjual kredit,  artinya membangun distributor. 

Bila Anda punya toko,  cobalah ikut asosiasi. Ketika Anda  impor yang utama adalah apakah Anda sudah memiliki jaringan network distribusi?  Anda sudah coba jualan secara kredit?  Mengapa kredit ? Karena bila jualan Anda cash untuk apa bank menalangi? 

Mengapa anda tidak secure?  Karena bisnis Anda tidak pasti,  harga naik terus,  kulakan naik terus.  Sewa naik terus.  Pembelinya belum tentu ada.  Belum berebutan dengan toko sebelah.

Mengapa harus ditalangi bank?  Omzet Anda itu diatur margin yang cukup dan anda lakukan credit assessment kepada network distribusi anda kalau perlu jaminan BPKB,  sertifikat atau ijazah.  Mengapa ijazah?  Ya yang penting anda bisa memiliki pressure tekanan untuk menagih. Kalau perlu surat akte nikah.

2. Networking Anda adalah aset,  produk yang anda pegang memiliki kekayaan intelektual.  Misal Anda jualan GPS atau alarm untuk apartmen.  Yang penting Anda memiliki hak paten atau hak merek hak ini disebut kekayaan intelektual. 

Tujuannya adalah proteksi.  Ingat aset kekayaan Anda harus ditalangi bank,  dan bisnis Anda harus diproteksi,  diperbaharui,  dipastikan anda pegang power melalui collateral jaminan.

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Motivator Uang.

Penulis buku seri Money Intelligent, New Money, dan New Money: Riba Siapa Bilang?

Untuk pertanyaan bisa diajukan lewat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Tag : Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top