Jaga Likuiditas Faskes Mitra BPJS Kesehatan, Bank Mandiri Kucurkan Rp126 Miliar

Demi menjaga likuiditas fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyiapkan skema pembiayaan khusus berupa Supply Chain Financing (SCF) untuk pembayaran tagihan 9 fasilitas kesehatan di Solo, Jawa Tengah (Jateng) dengan limit total Rp126 miliar.
Dika Irawan | 28 September 2018 08:53 WIB
Warga antre mengurus kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA --  Demi menjaga likuiditas fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyiapkan skema pembiayaan khusus berupa Supply Chain Financing (SCF) untuk pembayaran tagihan 9 fasilitas kesehatan di Solo, Jawa Tengah (Jateng) dengan limit total Rp126 miliar.

Skema pembiayaan ini diharapkan dapat membantu pengelolaan arus kas fasilitas kesehatan tersebut serta mendukung penyediaan layanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat.
 
Kesembilan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan tersebut yakni RS Panti Wilasa Citarum, RS Panti Wilasa Cipto, RS Panti Waluyo Solo, RS Ngesti Waluyo Temanggung, RS Bethesda, RS Panti Rahayu Purwodadi, RS Sinar Kasih Purwokerto, RS Waluyo Purworejo, dan RS Bethesda Lempuyangwangi. 
 
Perjanjian kerja sama pembiayaan tersebut ditandatangani oleh para direksi RS, pimpinan Bank Mandiri, dan pimpinan BPJS Kesehatan Wilayah Jateng dengan disaksikan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso dan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar di Solo, Kamis (27/9/2018). 
 
“Sejumlah perbankan, baik nasional maupun swasta, siap memberikan manfaat pembiayaan tagihan pelayanan kesehatan melalui SCF. Ini bisa dimanfaatkan oleh fasilitas kesehatan agar arus finansial rumah sakit berjalan baik. Saat ini, BPJS Kesehatan juga sudah menjalin sinergi dengan perbankan syariah,” jelas Kemal dalam pernyataan resmi.
 
Melalui kerja sama ini, Bank Mandiri akan membayar tagihan klaim fasilitas kesehatan tersebut setelah tagihan diakseptasi oleh BPJS Kesehatan. Adapun limit pembiayaan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan. 
 
“Melalui pengelolaan arus kas yang lebih baik, para mitra penyedia layanan kesehatan BPJS Kesehatan diharapkan dapat memberikan layanan kesehatan terbaik sesuai dengan kebutuhan peserta BPJS Kesehatan. Dukungan pembiayaan ini juga diharapkan dapat memberikan kepastian dan kenyamanan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik dari mitra BPJS Kesehatan,” ujar Alexandra.
 
Dia menjelaskan Bank Mandiri telah memberikan pembiayaan kepada fasilitas kesehatan mitra BPJS kesehatan sejak akhir tahun lalu. Nilai dana talangan yang tersalurkan mencapai Rp500 miliar ke lebih dari 50 RS sepanjang 2018. 
 
“Ke depan, kami akan bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk menyosialisasikan skema SCF ini ke fasilitas-fasilitas kesehatan penyedia layanan BPJS kesehatan,” lanjut Alexandra.

Per 21 September 2018, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah mencapai 202.208.163 jiwa. BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.577 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.435 RS (termasuk di dalamnya klinik utama), 1.550 apotek, dan 1.094 optik. 

Tag : bank mandiri, bpjs kesehatan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top