Milenial Lebih Suka Belanja "Online" Dibandingkan Memiliki Asuransi

Minat milenial untuk berasuransi masih tertinggal dibandingkan dengan minat mereka untuk berbelanja online.
Leo Dwi Jatmiko | 03 Oktober 2018 09:34 WIB
Karyawan berdiri di dekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Minat milenial untuk berasuransi masih tertinggal dibandingkan dengan minat mereka untuk berbelanja online.

Associate Director Consumer Insights Inggit Primadevi mengatakan kepedulian generasi milenial terhadap asuransi masih jauh dibandingkan perhatian mereka kepada online shopping.  Meski sama-sama menggunakan platform online, keinginan generasi muda untuk mencari informasi atas produk konsumer lebih besar daripada kilasan mengenai asuransi.

Ini sejalan dengan riset Nielsen Global pada 2015, yang menyatakan bahwa milenial masih dianggap generasi yang paling sedikit tersentuh asuransi.

Merujuk Data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2015 tercatat jumlah milenial di Indonesia mencapai 84 juta jiwa. Jika dimanfaatkan 10% saja, maka dinilai akan sangat menguntungkan.

Awareness milenial terhadap asuransi masih rendah, berbeda dengan awareness terhadap online shopping yang secara umum sudah tinggi,” ujar Inggit kepada Bisnis, Rabu (3/10/2018).

Dia menambahkan meski secara umum generasi milenial telah memperhatikan cara mengelola keuangan dengan benar, tapi pengetahuan terhadap berbagai produk keuangan seperti fungsi asuransi masih rendah. 

Oleh karena itu, lanjut Inggit, tantangan perusahaan asuransi ke depan adalah bagaimana memanfaatkan hal-hal yang diminati milenial seperti traveling, gawai, dan olahraga dalam memasarkan asuransi.

“Tak kalah penting memanfaatkan branding di dunia digital untuk akuisisi lebih jauh,” ucapnya.

Tag : asuransi, generasi milenial
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top