Maybank Targetkan Pertumbuhan Kredit 10%

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. menargetkan pertumbuhan kredit sampai akhir tahun setara dengan industri atau sekitar 10%.
Ipak Ayu H Nurcaya | 09 Oktober 2018 14:32 WIB
Ilustrasi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Maybank Indonesia Tbk. menargetkan pertumbuhan kredit sampai akhir tahun setara dengan industri atau sekitar 10%.

Adapun sampai Agustus 2018 lalu, pertumbuhan kredit Bank Maybank tumbuh 0,85% secara tahunan menjadi Rp89,4 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp88,7 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan saat ini perusahaan masih fokus pada tiga sektor yang diyakini ampuh mendorong pertumbuhan kredit. Ketiganya yakni korporasi, UMKM, dan ritel. "Target kami lebih kurang sama dengan industri 10% sampai akhir tahun nanti," katanya, belum lama ini.

Sementara itu, menanggapi tren kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia, bagi Taswin merupakan satu hal yang wajar. Pasalnya Bank Sentral juga harus mengikuti kebijakan The Fed.

Untuk itu, sebagai antisipasi menjaga cost of fund perusahaan mau tidak mau Maybank mesti melakukan kenaikan suku bunga kredit juga.

"Kami pun terus menyesuaikan suku bunga dasar yang disimpan nasabah. Artisnya cost of fund kami naik, kalau itu naik kami menyesuaikan dengan suku bunga kredit secara bertahap sesuai kenaikan BI tentunya," ujar Taswin.

Sisi lain, bank dengan kode saham BNII ini juga masih berusaha untuk melonggarkan likuiditas keuangan. 

Menurut Taswin, rasio kredit terhadap pendanaan atau loan to deposit ratio (LDR) bank kategori BUKU III saat ini tinggi atau di atas 100%, untuk itu perusahaan akan mengejar pada angka ideal 92% hingga akhir tahun.

"Kalau per Agustus kemarin LDR kami di posisi 95%-96%. Sampai akhir tahun targetnya pada angka idela 92%," katanya.

Untuk itu guna mencapai target tersebut, Maybank akan terus memperluas himpunan dana. Fokus perusahaan untuk memperoleh likuiditas dari dana segmen ritel. Namun, juga fokus penguatan current account saving account (CASA).

Hingga saat ini rasio dana murah atau CASA Maybank sebesar 40% terhadap total himpunan dana pihak ketiga (DPK) yang saat ini tercatat Rp92,49 triliun. Angka perolehan CASA itu pun akan dijaga ampai akhir tahun.

Sementara itu, dikutip dari laporan keuangan Agustus BNLI mencatat laba bersih sampai turun 6,16% secara tahunan menjadi Rp1,02 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp1,08 triliun.

Penurunan laba ini karena pendapatan bunga bersih turun 3,9% yoy menjadi Rp3,9 triliun dari periode sama 2017 sebesar Rp4,1 triliun.

Tag : maybank
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top