Penyaluran KPR Capai Target, BCA Terus Pacu Kredit

PT Bank Central Asia Tbk. Menyatakan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sampai dengan kuartal III/2018 telah mencapai target pertumbuhan tahun ini. Perseroan optimitis dapat menjaga pertumbuhan hingga akhir tahun yang dipatok sebesar 10%—12% di akhir tahun.
Ilman A. Sudarwan | 11 Oktober 2018 15:34 WIB
Ilustrasi - uangteman.com

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Central Asia Tbk. menyatakan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sampai dengan kuartal III/2018 telah mencapai target pertumbuhan tahun ini. Perseroan optimitis dapat menjaga pertumbuhan hingga akhir tahun yang dipatok sebesar 10%—12% di akhir tahun.

Executive Vice President Consumer Loan Business BCA Felicia M. Simon mengatakan, pertumbuhan KPR sampai dengan kuartal II mencapai 4% secara tahunan. Adapun, sampai dengan kuartal III/2018, menurutnya, pertumbuhan KPR sudah mencapai target tahun ini dari manajemen, tepatnya sekitar 10% secara tahunan.

“Pencapaian tersebut didukung oleh strategi KPR BCA untuk mendorong pertumbuhan bisnis sebesar-besarnya di semester I/2018, di mana pada periode tersebut momentumnya sangat mendukung, SBI [Sertifikat Bank Indonesia] sebagai acuan suku bunga masih rendah dan program promosi HUT BCA di awal tahun,” katanya kepada Bisnis, Rabu (10/10/2018).

Dia mengatakan, pertumbuhan KPR secara positif terjadi pada seluruh segmen properti. Jika bank lain kesulitan dalam menggenjot pertumbuhan KPR untuk properti dengan harga di atas Rp500 juta, BCA relatif tidak mengalami hal tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh daya beli masyarakat yang relatif sudah meningkat. Harga Rp500 juta menurutnya, menjadi harga yang wajar bagi kalangan keluarga muda, khususnya di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

“Contohnya adalah harga di beberapa perumahan modern untuk keluarga muda di sekitar serpong sudah berada di kisaran Rp1 miliar,” ujarnya.

Kendati demikian, pertumbuhan KPR sejauh ini menurutnya belum didorong oleh relaksasi LTV yan dirilis oleh BI pada Agustus. Kebijakan tersebut, lanjutnya, diprediksi baru akan memberi dampak positif pada tahun depan.

“Selain karena baru efektif berlaku pada Agustus 2018, momentumnya kurang mendukung, di mana suku bunga kredit sedang dalam tren meningkat,” ujarnya.

Sampai dengan akhir tahun, dia meyakini pertumbuhan KPR masih cukup positif. Namun, dia memproyeksikan pertumbuhannya tidak akan melebihi pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu.

Tantangan utama bisnis KPR ke depan, lanjutnya, adalah intensitas pergerakan suku bunga. Selain itu, persaingan akan terjadi pada proses kredit, baik pada saat pengajuan maupun setelah menjadi nasabah KPR.

“Strategi kami adalah selalu memberikan yang terbaik bagi nasabah KPR kami, baik dari sisi suku bunga maupun layanan nasabah. Kami berharap, nasabah memiliki pengalaman yang memuaskan, sehingga mendorong untuk menggunakan kembali bila memerlukan atau mau merekomendasikan KPR BCA kepada orang-orang di sekitarnya.”

Saat ini, lanjutnya, bunga spesial yang ditawarkan oleh BCA mencapai 6,88% fix untuk 3 tahun pertama. Suku bunga kredit, lanjutnya, masih akan mengalami kenaikan, namun perseroan akan menjaga pertumbuhannya tetap sesuai dengan berbagai pertimbangan aspek internal maupun eksternal.

“Strategi kami dalam menjaga pertumbuhan bunga adalah selalu menetapkan suku bunga dengan mempertimbangkan aspek internal, seperti dana, target pertumbuhan laba, dan layanan nasabah, maupun faktor eksternal, seperti kebutuhan nasabah, suku bunga acuan, dan sebagainya,” katanya.

Tag : bca
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top