BCA Dorong KPR Lewat BCA Expo

PT Bank Central Asia Tbk. terus menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kendati telah mencapai target lebih awal. Perseroan memberikan promo dan menggelar pameran untuk tetap mendorong kredit perumahan tumbuh lebih tinggi.
Ilman A. Sudarwan | 11 Oktober 2018 19:47 WIB
Nasabah bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jakarta, Kamis (11/1/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Central Asia Tbk. terus menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) kendati telah mencapai target lebih awal. Perseroan memberikan promo dan menggelar pameran untuk tetap mendorong kredit perumahan tumbuh lebih tinggi.

Pertumbuhan penyaluran KPR emiten perbankan berkode saham BBCA tersebut telah mencapai sekitar 10% pada akhir kuartal III/2018. Pertumbuhan tersebut telah memenuhi target pertumbuhan tahunan yang dipatok mencapai 10%—12% pada tahun ini.

Executive Vice President Consumer Loan Business BCA Felicia M. Simon menyatakan, menjaga pertumbuhan sampai dengan akhir tahun juga bukan pekerjaan mudah. Pasalnya saat ini, masyarakat diprediksi akan cenderung menunda pembelian rumah karena tren suku bunga sedang menanjak.

“Saat ini suku bunga sudah terlihat kenaikan naik. Tapi kami sebetulnya optimisitis supaya mendorong pertumbuhan KPR dapat lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dia memprediksi, kebutuhan rumah masyarakat tetap besar dan tidak akan membuat permintaan surut. Nasabah hanya akan menunda pengajuan KPR mereka hingga menilai situasi sudah lebih kondusif untuk menarik fasilitas pembiayaan perumahan dari bank.

Di sisi lain, menurutnya relaksasi loan to value (LTV) dari Bank Indonesia yang berlaku sejak 1 Agustus, akan mengerek pertumbuhan KPR, khususnya pada tahun depan. Uang muka yang selama ini menjadi kendala saat ini relatif tidak lagi menghambat permintaan KPR.

“Kami memang mulai untuk DP [down payment] itu 5%, saat ini minimal. Pertumbuhan sejauh ini ada, tapi kalau dirahapkan dampaknya akan siginifikan sekarang sih belum, tahun depan mungkin baru bisa,” jelasnya.

Felicia menambahkan, meski suku bunga KPR sudah dinaikkan, perseroan tetap yakin kualitas aset dapat tetap terjaga. Menurutnya, kualitas aset tidak ditentukan oleh tingkat suku bunga, tetapi juga kehati-hatian bank dalam memproses kredit.

“Kredit macet itu disebabkan oleh cara bank proses suatu kredit, kalau masih hati-hati harusnya bisa di-manage. Posisi NPL [non-performing loan] per Juni masih 1,4%, dan saat ini masih di bawah 1,5%,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, perseroan juga akan menggelar BCA Expo yang menjadi ajang bagi perseroan untuk menyampaikan berbagai promo dan tawaran terbaru. Acara tersebut juga melibatkan berbagai anak usaha BCA lainnya seperti BCA Syariah, BCA Life, dan BCA Insurance. Perseroan menggandeng Sinar Mas Land dalam menggelar acara tersebut.

Dalam gelaran tersebut, BCA menawarkan promo khusus untuk KPR di Perumahan SInar Mas Land dengan bunga tetap dan tepat 3 tahun. Perseroan menetapkan bunga tetap pada 2 tahun pertama mecapai 4,24%, sedangkan pada tahun ketiga, bunga mencapai 6,25%.

Tag : bca, kpr
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top