IMF Janji Dorong 12 Poin Kesepakatan Bali Fintech Agenda, Ini Isinya!

Dana Moneter Internasional menegaskan komitmennya terhadap terhadap Teknologi Finansial (TekFin) agar dapat mendorong dinamisme ekonomi, sekaligus membantu menekan angka kemiskinan.
Hadijah Alaydrus | 12 Oktober 2018 10:08 WIB
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (tengah) didampingi First Deputy Managing Director David Lipton (kiri) dan Communications Department Director Gerry Rice saat acara IMF Managing Director Press Conference dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, NUSA DUA, Bali - Dana Moneter Internasional menegaskan komitmennya terhadap Teknologi Finansial (TekFin) agar dapat mendorong dinamisme ekonomi, sekaligus membantu menekan angka kemiskinan.

"Terutama dengan menyediakan akses layanan keuangan bagi 1,7 miliar masyarakat yang saat ini tidak memiliki akses perbankan," ungkap Managing Direktur IMF Christine Lagarde dalam Plenary Meeting Session, Jumat (12/10/2018).

Namun, Lagarde mengingatkan langkah memperkuat inklusi keuangan harus diikuti dengan upaya menjaga stabilitas dan keamanan keuangan, karena ekonomi digital berarti global. IMF berpesan langkah ini juga memerlukan upaya multilateral.

IMF bersama perbankan telah meluncurkan Bali Fintech Agenda untuk mendukung upaya memperkuat inklusi keuangan melalui pemanfaatan TekFin.

Lagarde berjanji dirinya dan tim IMF serta seluruh bank sentral akan berupaya merealisasikan 12 poin yang disepakati dalam Bali Fintech Agenda.

Perlu diketahui, Bali Fintech Agenda  adalah kerangka kerja yang dapat dipertimbangkan oleh negara-negara dunia dalam merumuskan kebijakan terkait teknologi finansial yang tumbuh sangat cepat.

Berikut ini adala 12 poin kesepakatan Bali Fintech Agenda:
1) Menyambut revolusi di bidang teknologi keuangan, 
2) Memberi ruang penggunaan teknologi baru untuk meningkatkan layanan jasa keuangan, 
3) Mendorong kompetisi dan berkomitmen menciptakan pasar yang terbuka, bebas dan teruji, 
4) Mendukung keuangan inklusif dan mengembangkan pasar keuangan, 
5) Memonitor perkembangan secara erat untuk meningkatkan pemahaman atas sistem keuangan yang tengah berevolusi, 
6) Mengadaptasi regulatory framework dan pengawasan untuk pengembangan sistem keuangan yang stabil, 
7) Menjaga integritas finansial, 
8) Memperbarui kerangka hukum untuk menyediakan lanskap hukum yang akomodatif, 
9) Memastikan stabilitas sistem moneter dan keuangan, 
10) Mengembangkan infrastruktur keuangan dan data yang mumpuni untuk menjaga kesinambungan manfaat teknologi keuangan, 
11) Mendorong koordinasi dan kerja sama internasional serta berbagi informasi, 
12) Mengembangkan pengawasan kolektif terhadap risiko sektor keuangan.

Tag : annual meetings IMF-World Bank
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top