Maybank Layani Hedging Syariah PT SMI US$128Juta

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. bekerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) melalui penyediaan layanan Foreign Currency Hedging iB atau produk lindung nilai berbasis syariah senilai US$128 juta. 
Ipak Ayu H Nurcaya | 13 Oktober 2018 18:44 WIB
Ilustrasi - Bloomberg

Bisnis.com, Jakarta — PT Bank Maybank Indonesia Tbk. bekerjasama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) melalui penyediaan layanan Foreign Currency Hedging iB atau produk lindung nilai berbasis syariah senilai US$128 juta. 

Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Taswin Zakaria Foreign Currency Hedging iB adalah produk lindung nilai berbasis syariah yang pada saat diluncurkan oleh Maybank Indonesia, pada awal Februari lalu merupakan satu-satunya dan pertama di Indonesia.

Foreign Currency Hedging iB yang disediakan bagi PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI diimplementasikan melalui mekanisme transaksi Cross Currency Hedging iB. Transaksi ini merupakan perjanjian antara dua pihak untuk melakukan serangkaian pertukaran dua valuta yang berbeda selama jangka waktu tertentu berdasarkan prinsip Syariah al-Tahawwuth al-Murakkab atau Transaksi Lindung Nilai Kompleks al-Tahawwud al-Basith yang berarti ransaksi Lindung Nilai Sederhana sesuai kompleksitas transaksinya. 

"Kemitraan lindung nilai ini bernilai sebesar US$128Juta dan menjadikannya sebagai kemitraan strategis sharia hedging pertama terbesar di Indonesia," katanya melalui siaran pers, Sabtu (13/10/2018).

Taswin menyebut manfaat produk lindung nilai bagi nasabah adalah untuk memitigasi risiko dari pergerakan nilai tukar selama jangka waktu tertentu sehubungan dengan kebutuhan nasabah untuk membayar kewajibannya baik berupa bagi hasil atau margin atau sewa dan pokok pembiayaan dalam mata uang tertentu. Sementara sumber dana atau pendapatan untuk membayar kewajiban tersebut diperoleh dari mata uang yang berbeda.

Menurut Taswin upaya lindung nilai menjadi solusi bagi nasabah menghadapi volatilitas nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing khususnya dalam memitigasi risiko nilai tukar.  

Kemitraan lindung nilai merupakan wujud nyata dukungan Maybank Indonesia kepada korporasi, termasuk BUMN dalam mengelola pinjaman khususnya dalam memitigasi risiko nilai tukar.  Kemitraan ini juga selaras dengan strategi Maybank Indonesia untuk mendukung BUMN strategis. 

Apalagi, PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI sebagai BUMN yang memiliki peran dalam pembiayaan infrastruktur Indonesia dan membantu persiapan proyek infrastruktur, baik yang dilakukan melalui layanan konsultasi maupun pengembangan proyek  bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. 

"Penyediaan fasilitas lindung nilai ini selaras dengan misi Maybank Indonesia, humanising financial services, untuk senantiasa berada di tengah masyarakat, dengan memberikan layanan dan solusi terbaik kepada para mitra bisnisnya," ujarnya.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan pembangunan infrastruktur memiliki mandat untuk melakukan leverage modal yg telah diberikan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional. 

Berbagai alternatif pendanaan dilakukan PT SMI, dari perbankan, pasar modal dan sumber pendanaan dalam dan luar negeri.

Fasilitas Foreign Currency Hedging iB ini merupakan terobosan yang dilakukan PT SMI dengan Maybank Indonesia dalam menambah likuiditas valas di dalam negeri dan pendalaman pasar keuangan syariah. 

Foreign Currency Hedging iB  juga sangat relevan dalam kondisi volatilitas nilai tukar saat ini sebagai mitigasi risiko manajemen dan pengelolaan keuangan yang prudent. 

"Kami harap transaksi ini dapat menjadi cikal bakal sumber pendanaan alternatif bagi perusahaan pembiayaan dan melakukan pengelolaan risiko nilai tukar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata Emma.

Tag : perbankan, maybank
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top