Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNI Siapkan QR Code Terintegrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. terus mengembangkan sistem pembayaran nontunai berbasis quick response atau QR code melalui aplikasi yap! Your All Payment.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 17 Oktober 2018  |  14:49 WIB
Direktur Bank BNI Anggoro Eko Cahyo (dari kiri), Direktur Imam Budi Sarjito, SEVP Digital Banking Dadang Setiabudi dan Direktur Bob T Ananta membeli kopi dengan menggunakan 'BNI Yap!' saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (26/1). - ANTARA/Prasetyo Utomo
Direktur Bank BNI Anggoro Eko Cahyo (dari kiri), Direktur Imam Budi Sarjito, SEVP Digital Banking Dadang Setiabudi dan Direktur Bob T Ananta membeli kopi dengan menggunakan 'BNI Yap!' saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (26/1). - ANTARA/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. terus mengembangkan sistem pembayaran nontunai berbasis quick response atau QR code melalui aplikasi yap! Your All Payment.

Bank pelat merah tersebut memodifikasi sistem QR code yang dimiliki sehingga bisa digunakan secara interoperabilitas dengan layanan serupa dari institusi lainnya. Perseroan mengintegrasikan layanan tersebut dengan sistem Quick Response Indonesian Standard (QRIS) Code.

Direktur Teknologi BNI Dadang Setiabudi menyatakan bahwa QRIS dapat dipindai oleh aplikasi dompet elektronik lainnya seperti T-Cash dari Telkomsel, Bank Sinarmas, Permata Mobile, dan T-Money. Selain penerbit domestik, teknologi ini juga dapat menerima transaksi dari penerbit luar negeri seperti Liquidpay dan Wechatpay.

“Dengan adanya standarisasi menjadi win win solution bagi seluruh pelaku karena ekosistem yang ada akan menjadi besar, interoperabilitas dan interkonektivitas antar produk akan terjadi sehingga akan memberikan manfaat bagi masyarakat yang luas,” katanya kepada Bisnis, Rabu (10/10/2018).

Dari segi bisnis bank, hal itu akan menjai peluang bagi BNI baik dari sisi issuing maupun acquiring. Dadang mengklaim saat ini BNI menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV pertama yang telah siap dengan strandardisasi dari kedua sisi tersebut.

“Secara teknologi, Yap! Sudah comply dan memenuhi standar sesuai yang saat ini sedang disiapkan oleh regulator,” katanya.

Dihubungi terpisah, GM E-Banking BNI Anang Fauzie mengatakan bahwa pengembangan QRIS saat ini merupakan tahapan piloting dalam fase working group yang diinisiasi oleh BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Dalam tahapan ini, BNI berada dalam kelompok piloting bersama PT Artajasa Pembayaran Elektronis, dan beberapa issuer uang elektronik yang telah disebutkan di atas.

“Dalam piloting ini ada dua yang dipilotkan, yaitu QR-nya sendiri mencoba agar setiap issuer uang elektronik bisa memanfaatkan QR sebagai media untuk transaksinya, yang kedua adalah interoperabilitas. Nantinya QRIS akan satu di tiap merchant dan semua issuer uang elektronik akan bisa membacanya,” katanya.

QRIS tersebut, lanjutnya, akan menjadi standar QR code yang akan harus diikuti oleh semua penerbit uang elektronik. Dalam pengembangan selanjutnya, dia mengatakan bahwa standar QRIS akan dikembangkan ke arah customer presented QR code.

QR Code yang berkembang saat ini masih berupa merchant presented QR code, yang terbagi ke dalam dua jenis QR, yakni dynamic dan static QR code. Pada dua jenis QR ini, nasabah akan memindai kode yang ada pada merchant. Sebaliknya, pada customer presented, lanjut Anang, nasabah akan mengeluarkan QR code dan akan dipindai oleh merchant.

Anang menjelaskan QR code customer presented dihadirkan untuk menambah pilihan bagi nasabah dan merchant di lapangan. Menurnutnya, jenis QR tersebut akan membantu merchant besar yang perlu terintegrasi dengan sistem point of sales (POS).

“Customer presented dibutuhkan untuk merchant besar yang butuh terintegrasi dengan sistem POS. Integrasi kasir dan pembayaran, misalnya seperti Indomaret dan Alfamart,” tambahnya.

Dia mengatakan, dengan demikian merchant akan diuntungkan karena tidak hanya membutuhkan alat pemindai. Sebaliknya, merchant presented relatif akan lebih menguntungkan bagi merchant kecil, karena mereka tidak akan membutuhkan alat pembaca QR code atau reader.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni QR code
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top