Pembiayaan Unit Syariah BTN Melesat 25,99%

Penyaluran Pembiayaan unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. naik 25,99% pada kuartal III/2018 secara tahuan (yoy) menjadi Rp226,28 miliar. Hal ini pun mengkerek aset perusahaan naik 17,57% yoy menjadi Rp24,78 triliun.
Muhammad Khadafi | 25 Oktober 2018 15:07 WIB
Suarana di konter syariah Bank BTN. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.comJAKARTA – Penyaluran Pembiayaan unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. naik 25,99% pada kuartal III/2018 secara tahuan (yoy) menjadi Rp226,28 miliar. Hal ini pun mengkerek aset perusahaan naik 17,57% yoy menjadi Rp24,78 triliun.

“Unit syariah kami selama 9 bulan ada pertumbuhan yang hampir sama dengan konvensional,” kata Direktur Utama BTN Maryono di Menara BTN, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Menurut Maryono, kinerja UUS BTN terus memberikan kontribusi yang positif bagi perseroan. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) UUS pada triwulan ketiga tahun ini mencapai Rp 19,54 triliun atau naik 12,35% yoy.

Adapun bisnis konvensional BTN, membukukan laba sebesar Rp2,2 triliun per kuartal III/2018 atau naik 11,51% yoy. Pertumbuhan disokong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 15,29% yoy, menjadi Rp7,54 triliun.

Pada periode tersebut, fungsi intermediasi BTN naik 19,28% yoy menjadi Rp220,07 triliun. kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi tulang punggung bisnis BTN. Pendanaan untuk sektor itu tumbuh 21,81% yoy menjadi Rp126,61 triliun. KPR Subsidi yang memegang porsi 54,35% dari total KPR perseroan melaju kencang dibandingkan KPR non Subsidi.

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) BTN pada triwulan ketiga 2018 sebesar Rp195 triliun, atau tumbuh 16,06%. Kendati tumbuh di atas industri yang tumbuh 6,66%, pertumbuhan penghimpunan dana masih di bawah kenaikan penyaluran pendanaan.

Tag : btn
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top