Couple Prenuer ini Sukses Kembangkan Brand Kiciks Muslimah

Salah satu couple-preneur yang sukses mengembangkan bisnisnya di usia muda adalah pasangan Dewi Permata dan suaminya Rosy Andreas. Keduanya mengembangkan bisnis busana syari di bawah label Kiciks Muslimah.
Dewi Andriani | 01 November 2018 17:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Menjalankan bisnis bersama pasangan atau diistilahkan dengan couple-preneur tentu sangat menyenangkan. Selain bisa memberikan hasil maksimal karena dilakukan bersama juga dapat semakin mempererat hubungan diantara keduanya.

Salah satu couple-preneur yang sukses mengembangkan bisnisnya di usia muda adalah pasangan Dewi Permata dan suaminya Rosy Andreas. Keduanya mengembangkan bisnis busana syari di bawah label Kiciks Muslimah.

Pasangan berdarah Minang yang akrab disapa uda dan uni ini, berhasil membuktikan kemampuan berbisnisnya. Mereka berhasil mendapatkan penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam kategori wirausaha muda pemuda berprestasi di bidang perdagangan dan jasa pada acara Malam Anugerah Kepemudaan 2018 di Balai Samudera, Jakarta, Senin (29/10) malam.

Dewi Permata, pemilik sekaligus desainer Kiciks mengaku sangat bangga karena melalui brand busana muslim Kiciks yang mereka kelola mampu menginspirasi pemuda Indonesia. Selain itu, mereka juga berhasil menjadi couple-preneur yang sukses dengan usaha fashion dan ide usaha yang baik dan berkembang lewat bisnis penjualan online.

Menurut wanita kelahiran Padang, 25 November 1993 ini.ide untuk membuat jilbab ‘anti tembem’ merupakan salah satu nilai lebih hingga ia bisa terpilih sebagai juara 2 untuk penghargaan wirausaha muda berprestasi dari Kemenpora tersebut.

“Saya awalnya ikut seleksi, selanjutnya kita menceritakan keunggulan dari produk yang dijual. Dan aku cerita ide usaha hingga inspirasi khimar “Antem” atau anti tembem itu yang banyak digemari muslimah karena bisa menyamarkan bentuk wajah yang tembem,” jelasnya.

Melalui penghargaan tersebut, pasangan wirausaha muda ini berharap bisa terus menghadirkan inovasi baru dengan konsep busana syar’I yang flowery dan digemari kaum muslimah baik di Indonesia bahkan hingga ke mancanegara.

Kunci Sukses Couple-Preneur : Saling Menghargai

Dewi mengakui meski bisnis yang dijalankan bersama pasangan tersebut menyenangkan tetapi tetap tidak bisa dipungkiri bahwa ketika menggarap bisnis bersama pasangan banyak pula tantangan yang harus dihadapi.

“Kunci sukses menjadi couple preneur sangat sederhana yaitu saling percaya, terbuka dan saling menghargai,” tuturnya.

Awalnya, sejak membangun usaha modest wear ini, Dewi Permata mengerjakannya sendiri sejak di bangku kuliah yaitu April 2014. Barulah setelah menemukan jodohnya dan menikah dengan sang suami, Rosy Andreas, mereka memutuskan untuk menekuni bisnis ini bersama-sama yaitu sejak tahun 2016.

 “Tadinya Uda bergelut di bidang tambang karena dia lulusan ITB. Tapi, setelah melihat saya keteteran menghandle usaha Kiciks yang Alhamdulilah omzetnya luar biasa, sejak itu kami memutuskan untuk bersama-sama membesarkan Kiciks,” ungkapnya.

Mereka kemudian merekrut karyawan yang awalnya hanya dua orang untuk posisi Administrasi dan beberapa penjahit. Namun kini, total karyawan yang mereka miliki sudah mencapai 80 orang yang bisnisnya berpusat di Bandung.

Beberapa produk busana muslimah yang dijual antara lain jilbab, dress, khimar, hingga mukena. Jenisnya pun berbeda-beda, ada yang koleksi untuk daily look hingga koleksi premium dengan brand “Dewi Permata”.

Inspirasi Busana Lewat Travelling

Tidak hanya booming dengan koleksi khimar “Anti Tembem” saja, kaum muslimah juga semakin kepincut dengan brand Kiciks karena memiliki motif yang tidak biasa dan mewakili karakter wanita muslimah di Indonesia.

Sebut saja, mulai dari koleksi yang terinspirasi dari budaya Indonesia yaitu lewat koleksi Sasade, hingga motif printing Bunga Sakura dari Jepang, dan tak lama lagi akan menghadirkan koleksi terbarunya yang terinspirasi Bunga Lupine.

“Untuk koleksi motif printing bunga sakura, saya terinspiirasi saat travelling bersama suami ke Jepang pada April 2018 lalu. Kebetulan saya memang menyukai bunga, dan cantik sekali jika diaplikasikan ke dalam busana syar’I, akhirnya dibuatlah motif printing bunga sakura. Respon konsumen pun sangat bagus sekali. Dalam seminggu open PO, langsung ludes 2000 pax,” ungkap wanita yang akan meneruskan pendidikan fashion designer di IFI Bandung pada awal tahun 2019 nanti.

Dia menambahkan, kegemarannya travelling menjadi cara inspiratif untuk menelurkan ide kreatif dan inspirasi busana untuk koleksi busana terbaru Kiciks Muslimah.

“Biasanya kami melihat keindahan bunga, budaya di daerah setempat khususnya di Indonesia, keindahan laut di Indonesia juga. Rencana tahun depan, kami juga akan mengajak distributor setia Kiciks untuk perjalanan ke Gorontalo, keindahan lautnya juga bisa menjadi inspirasi tren busana kiciks selanjutnya,” harapnya.

 

Tag : wirausaha
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top