Wealth Management Bank Mandiri Masih Tumbuh Positif

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan bisnis wealth management masih tumbuh positif sampai dengan kuartal III/2018 kendati terjadi gejolak di pasar finansial. Pertumbuhan positif tersebut juga didukung oleh kerja sama perseroan dengan private bank asing.
Ilman A. Sudarwan | 01 November 2018 21:56 WIB
Seorang calon nasabah Bank Mandiri melihat papan informasi di kantor cabang pembantu yang baru dibuka, Senin (8/8/2016) - Jibi/Yanuarius Viodeogo

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan bisnis wealth management masih tumbuh positif sampai dengan kuartal III/2018 kendati terjadi gejolak di pasar finansial. Pertumbuhan positif tersebut juga didukung oleh kerja sama perseroan dengan private bank asing.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi juga mengatakan bahwa bahwa bisnis wealth management sejauh in imasih tumbuh positif. Sampai dengan September total aset kelolaan perseroan mencapai Rp52 triliun, tumbuh 13% secara tahunan. Adapun, dana kelolaan atau fund under management (FuM) tumbuh 5% secara tahunan menjadi Rp174 triliun.

Adapun, dari sisi sisi jumlah nasabah, wealth management Bank Mandiri juga mengalami pertumbuhan sebesar 2% secara tahun berjalan, menjadi atau 53.000 nasabah. Dia menuturkan, nasabah tersebut terbagi ke dalam segmen prioritas sebanyak 51.000 nasabah, dan private sebanyak 2.000 nasabah.

“Saat ini kami fokus untuk intensifikasi portofolio nasabah, terutama segmen private melalui kerjasama dengan Lombard Odier,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (31/10).

Bisnis ini, lanjutnya, juga masih memberikan kontribusi positi terhadap pendapatan non bunga atau fee based income (FBI. Sampai dengan September, total FBI dari wealth management mencapai Rp312M tumbuh sekitar 20% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut, lanjutnya, relatif stabil selama 3 tahun terakhir.

Menurutnya, volatilitas pasar keuangan dan kurs saat ini tidak terlalu berdampak terhadap pertumbuhan bisnis. Selain itu, dia mengatakan bahwa nasabah saat ini sudah lebih memahami tentang perencanaan keuangan, sehingga perencanaan portofolio lebih dapat diterima oleh para nasabah.

Hal itu, lanjutnya, juga akan diiringi dengan peningkatan kapabilitas awak Bank Mandiri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan terus meningkatkan kapabilitas para personal bankir officer (PBO) dan relationship manager (RM).

“Melalui peningkatan kapabilitas advisori para PBO/RM, kami berharap bisnis tetap tumbuh melalui proses rebalancing portofolio sesuai kondisi pasar dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta profil risiko nasabah,” ujarnya.

Dia menuturkan, tekanan finansial saat ini memang sedikit berdampak terhadap pertumbuhan produk investasi dalam aset kelolaan. Namun, dengan strategi yang dilakukan, Hery optimistis perseroan dapat mencapai target, khususnya target kontribusi terhadap pendapatan non bunga.

Sampai dengan kuartal III/2018, penyaluran kredit dan DPK emiten perbankan berkode saham BMRI tersebut masing-masing meningkat 13,8% dan 9,2% secara tahunan. Adapun, laba bersih yang ditorehkan pada periode tersebut mencapai Rp18,1 triliun, tumbuh 20% secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan

Editor : Ilman A. Sudarwan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top