Suku Bunga Kredit Mobil Bekas BFI Finance Naik

BFI Finance menaikkan suku bunga pembiayaan merespons kebijakan Bank Indonesia yang telah mengerek BI 7-day Revers Repo Rate (BI7DDR) sebesar 25 bps menjadi 5,75% pada September 2018.
Reni Lestari | 05 November 2018 15:54 WIB
Marketing Director PT BFI Finance Indonesia Tbk, Sutadi (kanan) didampingi Regional Manager Wilayah Jakarta Banten Susinto Tenggono berbincang dengan nasabah di sela-sela peresmian kantor cabang baru, di Karawaci, Tangerang, Banten, Rabu (1/8/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk. menaikkan suku bunga pembiayaan merespons kebijakan Bank Indonesia yang telah mengerek BI 7-day Revers Repo Rate (BI7DDR) sebesar 25 bps menjadi 5,75% pada September 2018.

Direktur Keuangan dan Corporate Secretary BFI Finance Sudjono mengatakan mulai September 2018 perseroan telah menaikkan suku bunga pembiayaan berkisar 0,5% hingga 1%.

"Kebijakan [kenaikan suku bunga] tersebut tentu saja berpengaruh pada cost of fund industri pembiayaan. Untuk mengimbangi kenaikan tersebut, BFI Finance turut menaikkan bunga pembiayaan," kata Sudjono, Senin (5/11/2018).

Namun demikian, Sudjono mengatakan efek kenaikan suku bunga tersebut belum berdampak signifikan terhadap kinerja BFI Finance. Pasalnya, lanjut Sudjono, BFI Finance masih mengantongi pertumbuhan laba bersih sebesar 23% secara year-on-year menjadi Rp1,1 triliun hingga kuartal III/2018.

Selain itu, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) pun tercatat pada angka 1,2%. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata NPF industri sebesar 3,17% per September 2018.

"Di tengah momentum kenaikan suku bunga dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS, serta kondisi bisnis yang cukup menantang pada kuartal ini, kami tetap mampu mencatat pertumbuhan yang sehat sesuai rencana kerja yang ditetapkan," jelas Sudjono.

BFI Finance merupakan perusahaan pembiayaan yang memiliki aset Rp19.44 triliun per September 2018. BFI Finance berdiri pada 1982 sebagai PT Manufacturer Hanover Leasing Indonesia, sebuah perusahaan patungan antara Manufacturer Hanover Leasing Corporation dari Amerika Serikat dengan pemegang saham lokal.

BFI Finance adalah salah satu perusahaan pembiayaan terlama di Indonesia sekaligus menjadi perusahaan pembiayaan pertama yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, atau sekarang disebut Bursa Efek Indonesia. BFI Finance melakukan go public pada Mei 1990 dengan kode saham BFIN.

Setelah menjalankan proses restrukturisasi utang yang bersumber dari krisis keuangan 1998, Perusahaan secara resmi berganti nama menjadi PT BFI Finance Indonesia Tbk pada 2001. Saat ini, 42,8% saham BFI dimiliki oleh konsorsium Trinugraha Capital SA (yang antara lain terdiri dari TPG dan Northstar Group). Sisanya dimiliki oleh pemegang saham institusi lokal dan internasional, serta pemegang saham publik.

Kegiatan usaha BFI terdiri dari pembiayaan kendaraan bermotor, alat-alat berat, truk dan mesin-mesin, rumah dan ruko, serta pembiayaan untuk pengadaan barang dan jasa. Kegiatan usaha Perusahaan saat ini sebagian besar terfokus pada pembiayaan kendaraan roda empat bekas.

BFI Finance meraup pendapatan usaha sebesar Rp3,72 triliun pada September 2018, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,92 triiun. 

BFI Finance memiliki jaringan pemasaran dengan 218 kantor cabang, dan 124 gerai yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia, dan didukung lebih dari 9.000 karyawan per 31 Desember 2017.

Tag : bfi finance, kinerja emiten
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top