Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mitigasi Risiko terhadap Fintech Dinilai Perlu

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggarisbawahi pentingnya mitigasi risiko dalam praktik financial technology (fintech).
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 08 November 2018  |  16:07 WIB
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggarisbawahi pentingnya mitigasi risiko dalam praktik financial technology (fintech).

Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan sudah menjadi tugas semua stakeholder agar fintech tidak dijadikan sarana untuk melakukan kejahatan. 
 
"Semua dalam kontrol jari tangan kita," ujarnya ketika memberikan sambutan di "The 4th Counter-Terrorism Financing Summit" (CTF Summit) di Bangkok, Thailand, dalam keterangan tertulis, Kamis (8/11/2018). 
 
Forum tersebut dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari penyedia jasa keuangan, aparat penegak hukum, dan sejumlah pimpinan lembaga intelijen keuangan di kawasan Asia Pasifik.
 
Kiagus melanjutkan mitigasi risiko terhadap perkembangan fintech harus dijalankan, sekaligus memastikan regulasi dan peraturan yang ada memadai untuk membentengi praktik fintech dari pelaku kejahatan. 
 
Dia juga memberi penekanan pentingnya harmonisasi regulasi yang mengatur fintech dan kaitannya dengan penegakkan rezim Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme  (APUPPT). Pasalnya, fenomena fintech membuat kejahatan tidak hanya terjadi dalam satu yurisdiksi, tetapi meluas ke berbagai negara lainnya.

Tentunya semua antisipasi ini dilakukan tidak dalam rangka mempersulit kemajuan teknologi, tetapi menjaga kehormatannya dari ancaman kejahatan.
 
"Kita tidak memandang perkembangan teknologi sebagai musuh, tetapi justru menjadi sarana kita memperkuat penegakan rezim anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di regional Asia Pasifik," tambah Kiagus. 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk fintech
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top