Insurance Day 2018 Gaet Generasi X, Y, dan Z Berasuransi

Rangkaian acara Insurance Day 2018 yang dimulai sejak 18 Oktober berakhir di Kota Bandung. Insurance Day 2018 dikemas dengan konsep kekinian untuk menggaet gen X, Y dan Z.
Novianti Siswandini | 18 November 2018 00:28 WIB
Insurance Day 2018: Gaet Generasi X, Y, dan ZBerasuransi - Bisnis/Novianti Siswandini

Bisnis.com, BANDUNG – Rangkaian acara Insurance Day 2018 yang dimulai sejak 18 Oktober berakhir di Kota Bandung . Insurance Day 2018 dikemas dengan konsep kekinian untuk menggaet gen X, Y dan Z.

Kota Bandung dijadikan tempat berlangsungnya acara puncak karena sebagian besar penduduknya berada di usia produktif, memiliki kesadaran terhadap inklusi keuangan, kreatif, aktif, inovatif dan dapat merepresentasikan gen milenial di Indonesia.

Secara keseluruhan, rangkaian acara Insurance Day 2018 selama satu bulan kebelakang ini bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia agar lebih mengenal dan memahami manfaat proteksi dari asuransi.

Ketua Panitia Insurance Day 2018 Yanti Parapat mengatakan manfaat asuransi dapat dirasakan oleh semua kalangan. Oleh karena itu, Insurance Day 2018 lebih dikemas dengan konsep kekinian untuk menggaet gen X, Y dan Z.

“Kami berharap asuransi menjadi bagian gaya hidup, terutama gaya hidup generasi milenial saat ini,” ujar Yanti, Sabtu (17/11/2018),  saat Konferensi Pers Hari Asuransi 2018.

Acara yang mengusung tema “Mari Berasuransi” ini terdiri atas pameran, fun walk dan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pengecatan fasilitas umum di Kecamatan Batununggal, Bandung.

Pada kesempatan ini, Ketua Dewan Asuransi Indonesia Dadang Sukresna menambahkan berbagai cara harus diupayakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap asuransi.

Dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 265 juta jiwa, hanya 1,7% penduduk saja yang memiliki asuransi.

Asuransi memiliki dua pasar utama yaitu industri atau komersial dan perorangan. Industri atau komersial lebih memprioritaskan asuransi dibandingkan dengan perorangan.

“Jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak ini merupakan kesempatan bagi industri asuransi untuk mengedukasi pentingnya asuransi sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Dadang.

Menurut Dadang, asuransi itu penting untuk memproteksi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, sakit atau musibah. Berbagai upaya dilakukan untuk menyampaikan pesan pentingnya asuransi, salah satunya melalui kegiatan literasi.

Kegiatan literasi asuransi kepada mahasiswa di 18 kota menjadi salah satu rangkaian acara Insurance Day 2018. Kegiatan yang diikuti 6.065 orang ini diharapkan dapat mengedukasi para generasi milenial sekaligus meningkatkan persentase pemilik asuransi di tahun mendatang.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank-Otoritas Jasa Keuangan Riswinandi memaparkan perasuransian di Indonesia masih berjalan dengan baik.

Hingga triwulan ketiga, terdapat 137 peusahaan asuransi konvensional, 63 perusahaan asuransi atau unit usaha yang menjalankan prinsip syariah, 167 perusahaan pialang asurans, 43 perusahaan pialang reasuransi dan 27 perusahaan penilai kerugian.

Total aset asuransi tumbuh 7,8% year-on-year dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai Rp677,9 triliun. Premi yang dihimpun mencapai Rp293,8 triliun atau tumbuh 8,3% year-on-year.

“Yang menjadi perhatian utama adalah penetrasi dan inklusinya. Indeks literasi asuransi masih berada pada persentase 15,7%. Persentase tersebut masih jauh dari indeks literasi perbankan yang sudah mencapai 28,9%,” ujarnya.

Menurut Riswinandi, asuransi dapat lebih berkembang di masyarakat jika adanya aksesibilitas. Sebagai negara kepulauan, masih banyak daerah terpencil yang cukup sulit untuk menjangkau kantor asuransi.

Riswinandi pun sepakat masyarakat perlu diedukasi hingga tidak ada lagi perasaan ragu untuk membeli produk asuransi. Selain itu, penggunaan teknologi pun harus dioptimalkan karena generasi milenial saat ini menyukai sesuatu yang serba cepat dan mudah. 

Tag : asuransi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top