Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Urung Ajukan IPO BUMN, Ini Alasan Menteri Rini

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soermarno mengungkapkan urung mengajukan penawaran umum perdana saham atau IPO Badan Usaha Milik Negara dan entitas anak sepanjang tahun berjalan 2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 November 2018  |  17:53 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan sambutannya pada acara penandatanganan Kerja sama Kesepakatan Investasi untuk Pembiayaan Infrastruktur di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan
Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan sambutannya pada acara penandatanganan Kerja sama Kesepakatan Investasi untuk Pembiayaan Infrastruktur di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini M. Soermarno mengungkapkan urung mengajukan penawaran umum perdana saham atau IPO Badan Usaha Milik Negara  sepanjang tahun berjalan 2018.

Rini menjelaskan bahwa saat ini tengah fokus melakukan konsolidasi di antara perseroan pelat merah. Tujuannya, memperkuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar memiliki struktur yang lebih baik.

“Kami melihat ternyata penerimaan pasar sangat baik dengan kami membuat holding,” ujarnya di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Dia mengklaim pembentukan holding membuat BUMN menjadi lebih tertata dan transparan. Salah satunya dengan pembentukan Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas).

“Jadi kami mendorong holding terbentuk dengan harapan bisa menjadi lebih baik,” paparnya.

Sementara itu, Rini menargetkan dua holding lagi akan terbentuk pada akhir 2018. Adapun, pembentukan yang ditargetkan rampung Desember 2018 yakni Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan (PPK).

“Holding karya-karya targetnya memang akhir Desember 2018. Saat ini, masih dalam diskusi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” imbuhnya.

Di sisi lain, dia menyebut Holding BUMN Perbankan dan Jasa Keuangan masih dalam proses. Pihaknya menargetkan pembentukan dapat rampung pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn ipo
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top