Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Lirik Obligasi Negara Korea dan Jepang

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyebut terdapat berbagai potensi instrumen pendanaan yang dapat ditempuh untuk menekan utang perseroan pelat merah.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 03 Desember 2018  |  20:34 WIB
Obligasi
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyebut terdapat berbagai potensi instrumen pendanaan yang dapat ditempuh untuk menekan utang perseroan pelat merah.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro mengungkapkan akan melanjutkan diversivikasi pembiayaan dari negara lain. Beberapa skema yang menurutnya menarik di antaranya Korea dengan Arirang Bond dan Jepang dengan Samurai Bond.

“Kami masih melihat banyak sekali potensi instrumen pendanaan baru, kami akan lanjutkan komodo bond,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Aloysius mengatakan, pertimbangan utama dari instrumen pembiayaan baru yakni lebih kompetitif dibandingkan dengan sumber di dalam negeri. Artinya, pembiayaan dengan dana yang lebih murah dari instrumen yang ada di pasar domestik saat ini.

Saat ini, Aloysius menyebut sejumlah BUMN juga mengupayakan berbagai skema pendanaan alternatif. Hal tersebut untuk menurunkan tingkat leverage perseroan.

Seperti diketahui, total utang yang dimiliki oleh perseroan pelat merah Rp5.271 triliun per kuartal III/2018. Jumlah tersebut naik 9,13% dari Rp4.830 triliun pada akhir 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi bumn
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top