Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo-Sandi Janji Kembalikan Pengelolaan BUMN ke Arah Lurus

Cawapres Sandiaga Uno menilai pengelolaan BUMN sangat mengkhawatirkan lantaran tidak memberi pendapatan signifikan bagi negara.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 12 Desember 2018  |  22:08 WIB
Calon Wakil Presiden 2019-2024 Sandiaga Uno (kanan) berbincang dengan Menteri ESDM 2014 - 2016 Sudirman Said seusai tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik
Calon Wakil Presiden 2019-2024 Sandiaga Uno (kanan) berbincang dengan Menteri ESDM 2014 - 2016 Sudirman Said seusai tampil sebagai pembicara dalam diskusi publik "Selamatkan BUMN sebagai Benteng Ekonomi Nasional" di Jakarta pada Rabu (12/11/2018). - Bisnis/Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno menilai pengelolaan BUMN saat ini sangat mengkhawatirkan lantaran tidak memberi pendapatan signifikan bagi negara dan tidak mampu menyejahterakan rakyat Indonesia.

Hal itu, menurutnya, terjadi karena BUMN tidak dikelola dengan prinsip best practice, sebaliknya dikelola di bawah tekanan politik dan kekuasaan.

"Kalau Allah SWT menakdirkan kami berdua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dipilih oleh rakyat Indonesia menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2014, kami akan membawa pengelolaan BUMN ke arah yang sebenarnya yakni mewujudkan sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," kata Sandi dalam Diskusi Publik bertema "Selamatkan BUMN sebagai Benteng Ekonomi Nasional", Rabu (12/11/2018).

Turut tampil sebagai pembicara dalam diskusi ini yakni Sudirman Said, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2014-2016; Said Didu, Sekretaris Kementerian BUMN 2004-2012; dan Faisal Yusra, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia (KSPMI).

Sandi mengemukakan eksistensi BUMN sudah mengkhawatirkan karena menanggung beban utang yang sangat besar jumlahnya, mencapai lebih dari Rp5.000-an triliun.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ekonomi nasional, bayang-bayang perang dagang Amerika Serikat – China, serta tren harga komoditas yang kurang bagus, beban yang ditanggung BUMN itu sangat berat.

Dia menyebutkan ada banyak BUMN yang mendapat penugasan dari pemerintah selaku pemegang saham, yang akhirnya membuat kinerja keuangannya tidak maksimal. "Itu membuat tugas utamanya memberikan setoran sebanyak-banyaknya kepada negara tidak optimal. Rakyat pun tidak sejahtera".

Oleh karena itu, kata Sandi, berbekal amanah dan mandat dari rakyat Indonesia, Prabowo-Sandi akan meluruskan semua kekeliruan dalam pengelolaan BUMN saat ini.

"Hal penting yang akan kami perhatikan adalah mengembalikan peran BUMN sebagai alat negara untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia dan menjadi penopang  bagi Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn Pilpres 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top