Tahun Pertama Jadi Bank Terbuka, BTPN Syariah Dongkrak Aset 31,5%

Sepanjang 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. mencatatkan kinerja yang positif dilihat dari sejumlah indikator keuangan utama. 
Ropesta Sitorus | 23 Januari 2019 21:25 WIB
BTPN Syariah. - lowongankerja1.info
Bisnis.com, JAKARTA - Pada tahun pertamanya sebagai bank publik pada 2018, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. mencatatkan kinerja yang positif dilihat dari pertumbuhan sejumlah indikator keuangan utama. 
Dalam laporan tahunan yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (23/1/2019), Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty menyampaikan bahwa perseroan membukukan kinerja keuangan yang sangat baik pada tahun lalu. 
Hal itu antara lain tercapai berkat aksi korporasi berupa penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) yang dilakukan pada 8 Mei 2018 lalu.
Sebagai contoh, aset emiten bersandi BTPS tersebut mencapai Rp12 triliun atau tumbuh 31,5% secara tahunan dibandingkan akhir 2017. 
Kenaikan aset tersebut didukung tumbuhnya penyaluran pembiayaan sebesar 20,2% (year on year/YoY) menjadi Rp7,3 triliun, melebihi rata-rata pertumbuhan industri perbankan. Adapun untuk pembiayaan bersih BTPS tumbuh 19,7% (YoY). 
Dari sisi pendanaan, anak usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. tersebut juga mampu tumbuh 16,2% (YoY) menjadi Rp7,61 triliun dari sebelumnya Rp6,54 triliun. 
"Namun demikian, perumbuhan ini tetap dilakukan secara hati-hati, terlihat dari posisi NPF [nonperforming finance] sebesar 1,39% yang juga di bawah rata-rata perbankan," demikian disampaikan seperti dikutip dari laporan keuangan tahunan perseroan. 
Sebagai gambaran, NPF bruto BTPN Syariah pada tahun sebelumnya ada di level 1,67%. 
Sementara itu, dari sisi rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio/CAR) perseroan dinilai masih cukup kuat yakni di level 40,9%. Posisi CAR tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya, masing-masing 28,9% dan 23,8%. 
"Selain disebabkan oleh masuknya dana hasil IPO sebesar Rp751,11 miliar, hal ini juga disebabkan laba bank seluruhnya digunakan untuk memperkuat modal perusahaan."
Per akhir tahun 2018, market kapitalisasi BTPN Syariah mencapai Rp13,8 triliun, dengan jumlah saham publik mencapai 1,54 miliar lembar. Harganya mencapai kisaran Rp1.685 hingga Rp1.880 meningkat dibandingkan harga saham pada masa awal IPO yang dilepas di level Rp975.
Adapun, capaian laba BTPS per akhir tahun lalu meningkat 44,0% dari Rp670 miliar menjadi Rp965 miliar.  Indikator keuangan lainnya seperti return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) juga dinilai membaik, masing-masing sebesar 12,4% dan 30,8%. 
"Angka tersebut merupakan indikator return yang sangat sehat karena tingkat efisiensi yang semakin baik. Beban operasional terhadap pendapatan operasional [BOPO] berada di level 62,4% atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya di level 68,8%." 
Per akhir Desember lalu, total jumlah karyawan BTPN Syariah sebanyak 11.512 orang, menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya 12.773 orang. 
Tag : btpn
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top