Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Jasa Keuangan Didorong Pacu Pertumbuhan Kredit di Sumut  

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan Industri Jasa Keuangan berperan penting sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut pada 2018.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 26 Januari 2019  |  08:11 WIB
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan Industri Jasa Keuangan berperan penting sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut pada 2018. 

Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah mengatakan peran itu ditandai dengan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan di Sumut yaitu dari sisi konvensional sebesar 7% dan sisi syariah tumbuh 10,61%, sementara kredit bermasalah masih cukup terkendali di level 2,34%.

“Pertumbuhan kredit di Sumut secara agregat pada tahun 2019 diharapkan dapat lebih terakselerasi lagi ke level 11% sampai dengan 13%,” katanya pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019, di Medan, Jumat (25/1/2019), seperti dikutip lewat keterangan resmi.  

Musa menambahkan penyaluran kredit produtif bagi pengembangan UMKM di Sumut juga sudah relatif baik, yakni mencapai Rp163,68 triliun atau sebesar 74,9 persen dari total kredit yang disalurkan. Tiga lapangan usaha dengan porsi kredit produktif terbesar yakni perdagangan, pertanian dan industri pengolahan.  

Perkembangan realisasi kredit usaha rakyat (KUR) di Sumut juga relatif baik, di mana Sumut berada di peringkat ke lima sebagai penyalur KUR terbesar pada tahun 2018, setelah Jateng, Jatim, Jabar dan Sulsel. 

"Kami juga mengapresiasi industri jasa keuangan di Sumut yang aktif dalam menyediaan modal kerja pembiayaan di luar perbankan yang pada 2018 tumbuh 11,37%," ujar Ijeck, sapaan akrab Musa.

Dia menjelaskan, kolaborasi aktif Pemda dengan IJK di Sumut diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui forum Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan berbagai program turunannya yang berpihak kepada UMKM, petani, peternakan, maupun nelayan. 

“Pemerintah Provinsi Sumut siap mendukung keberhasilan program TPAKD bagi perkembangan Industri Jasa Keuangan yang kontributif bagi kemaslahatan ekonomi Sumut,” katanya.  

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ahmad Hidayat menyebutkan, kontribusi Sumut dalam perekonomian atau perkembangan jasa keuangan nasional cukup besar karena berbagai potensi yang dimiliki Sumut. 

“Potensi Sumut yang besar itu terlihat dari pertumbuhan industri pariwisata, industri kreatif dan UMKM, kelautan dan perikanan,” katanya.  

Namun, dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan yang terus meningkat, berkembangnya layanan teknologi finansial dan besarnya potensi pemanfatan pasar modal, kontribusi IJK Sumut diharapkan dapat semakin meningkat pada 2019.  

Sementara itu, Kepala OJK Kantor Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori menyebutkan, keberhasilan OJK Regional 5 Sumbagut dalam mengedepankan dan meningkatkan fungsi literasi dan inklusi keuangan merupakan hasil kolablorasi intensif. 

"Kerja sama intensif antara Kantor Regional, Kantor OJK dengan seluruh pemangku kepentingan di Regional 5 Sumbagut (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan Kepri) sangat membantu. Kolaborasi itu sebagai capaian (outcome) yang perlu dijaga kesinambungannya dan semakin disempurnakan kualitasnya," katanya.  

Secara umum, OJK melihat karakteristik sektor ekonomi pertanian, perdagangan, industri lengolahan, transportasi, dan pertambangan masih menjadi aktivitas ekonomi primadona di lima provinsi tersebut.

Walhasil, gelombang eksternal pertumbuhan ekonomi global turut berdampak pada penetrasi peran industri jasa keuangan di masing-masing wilayah.  

"Namun syukurnya di tengah tren global dalam rangka efisiensi operasional yang cenderung memilih depresiasi jaringan kantor seiring dengan perkembangan teknologi virtual, para pelaku usaha jasa keuangan di Regional 5 masih bertahan," katanya.  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumut
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top