BNI Minta Pengguna Yap & UnikQu Beralih pada LinkAja, Ini Alasannya

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. resmi mengumumkan pada seluruh nasabah pengguna produk digital yap! dan UnikQu untuk beralih pada LinkAja. Hal ini akan efektif dilakukan per 1 Maret 2019.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  19:55 WIB
BNI Minta Pengguna Yap & UnikQu Beralih pada LinkAja, Ini Alasannya
Direktur Bank BNI Anggoro Eko Cahyo (dari kiri), Direktur Imam Budi Sarjito, SEVP Digital Banking Dadang Setiabudi dan Direktur Bob T Ananta membeli kopi dengan menggunakan 'BNI Yap!' saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (26/1). - ANTARA/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. resmi mengumumkan pada seluruh nasabah pengguna produk digital yap! dan UnikQu untuk beralih pada LinkAja. Hal ini akan efektif dilakukan per 1 Maret 2019.

Artinya, setelah tanggal tersebut yap! dan UnikQu tidak akan dapat dinikmati para nasabah BNI. Pemberitahuan tersebut dilakukan perseroan melalui layanan pesan singkat dan email seluruh nasabah yang sekaligus mencantumkan tautan yang akan memberi gambaran secara umum tentang produk LinkAja.

General Manager Divisi Elektronik Perbankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Anang Fauzi mengkonfirmasi kabar tersebut. Menurutnya, perubahan produk tersebut karena mandat Kementrian BUMN yang sudah menginisiasi satu aplikasi pembayaran QR Code milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan BUMN bernama LinkAja.

Alhasil, yap! nantinya akan berubah dan bergabung ke dalam aplikasi LinkAja bersama-sama dengan aplikasi QR Code milik empat bank pelat merah dan BUMN lainnya.

"Rencana launching aplikasi LinkAja ini adalah 1 Maret 2019. Dengan adanya LinkAja ini, maka seluruh ekosistem Himbara dan BUMN akan dapat digunakan bertransaksi menggunakan LinkAja," katanya kepada Bisnis, Jumat (1/2/2019).

Menurut Anang, meski perseroan harus menyayangkan peleburan dua produk digital yang selama ini menjadi unggulan tetapi ide dari penggabungan bersama BUMN yang lain dinilai cukup positif. Pasalnya, dengan menjadi satu produk BUMN saja, perseroan akan dapat menjangkau ekosistem yang lebih besar dan komplit.

Sayangnya, ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai besaran investasi yang harus dikeluarkan perseroan dia enggan menjawab. Anang juga tidak membenarkan isu kepemilikan LinkAja yang akan dikelola bersama bank dan perseroan BUMN terkait. Tak hanya, Bank Mandiri yang akan maju sebagai pemimpin dalam proyek perusahaan tekfin BUMN ini juga dibantah.

"Nanti saja ya dijelaskan pada saatnya, Maret 2019 ini sebentar lagi. Saat ini kami akan lebih berfokus pada proses migrasi," ujarnya.

Sejauh ini dari enam perseroan BUMN yang akan tergabung dalam produk LinkAja, baru Bank BNI yang tercatat sudah resmi melakukan pemberitahuan penggunaan LinkAja pada nasabah.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Achmad Baiquni mengatakan satu keunggulan yang nanti dimiliki produk sistem pembayaran berbasis kode QR adalah tidak memerlukan pengisian saldo.

“Nanti waktu bayar tinggal pilih mau dari mana sumbernya. Tidak perlu top up seperti uang elektronik,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, QR code

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top