BCA Life Himpun Premi Rp628 Miliar, Produk Tradisional Jadi Penopang

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) menorehkan premi senilai Rp628 miliar per Desember 2018 (unaudited), tumbuh 33,33% dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yang senilai Rp471 miliar.
Leo Dwi Jatmiko | 12 Februari 2019 20:35 WIB
Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa BCA Life (BCA Life) Rio Winardi (dari kiri) bersama Direktur & CDO Honggo Djojo, dan Direktur & COO) Yannes Chandra, menyapa karyawan saat donor darah, di Jakarta, Rabu (18/7/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) menghimpun premi Rp628 miliar per Desember 2018 (unaudited), tumbuh 33,33% dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yang senilai Rp471 miliar. Pertumbuhan didorong oleh penjualan produk tradisional.

Disamping itu, pertumbuhan premi yang ditorehkan turut mendongkrak jumlah pendapatan perseroan hingga 31,46% dari Rp445 miliar menjadi Rp585 miliar.

Lely Pekih, Head of Marketing Communication BCA Life, mengatakan saat ini BCA Life masih berfokus kepada produk tradisional. BCA Life yang baru berumur empat tahun, belum berencana untuk mengembangkan produk asuransi yang dibalut dengan investasi atau unit linked.

“Kami tidak menjual produk unit-linked. Jadi peningkatan bisnis ini seluruhnya didapatkan dari produk tradisional yang kami miliki,” kata Lely kepada Bisnis, Selasa (12/2/2019).

Dia menambahkan premi yang dibukukan, berasal dari empat saluran pemasaran, yang masing-masing kanal memberi kontribusi yang sama 25%. Adapun keempat saluran tersebut yakni, telemarketing, corporate solution, credit life dan bancassurance. Mengenai saluran digital, baru akan diimplementasikan pada 2019.

Dalam laporan yang dipublikasikan di website resmi BCA Life, terlihat hasil investasi perseroan tetap terjaga meski hasil investasi industri asuransi jiwa mengalami penurunan hingga 86,13% secara tahunan.

Adapun hasil investasi BCA Life tumbuh sekitar 85% year-on-year, dari Rp20 miliar menjadi Rp37 miliar pada 2018.

Lely menyampaikan kenaikan hasil investasi sejalan dengan peningkatan premi yang didapat perseroan. Selain itu, lanjutnya, kenaikan juga disebabkan oleh penempatan investasi pada instrument obligasi dan deposito.

“Kami juga memaksimalkan penempatan investasi kami pada instrumen obligasi dan deposito dimana kedua instrumen ini memberikan hasil yang cukup bagus,” kata Lely.

Adapun hilir dari kinerja baik yang dicatatkan BCA Life sepanjang periode Januari-Desember 2018 adalah meningkatnya laba setelah pajak perseroan yang tumbuh 50%. Dari minus Rp48 miliar menjadi minus Rp24 miliar.

Meski tumbuh signifikan laba setelah pajak perseroan tetap tercatat minus, Lely menerangkan hal tersebut disebabkan oleh usia perusahaan yang masih muda dan beban perusahaan yang perseroan yang cukup tinggi.

“BCA Life baru berusia empat tahun dan dana cadangan yang kami simpan cukup besar, sehingga beban perusahaan masih relatif cukup besar. Hal ini sangat wajar untuk perusahaan yang baru,” kata Lely.

Lely menerangkan tahun ini, BCA Life menargetkan perolehan premi tumbuh sebesar 20% atau menjadi Rp753 miliar. Dia mengatakan perseroan masih akan mengandalkan produk tradisional dalam meraup premi.

Selain itu, lanjutnya, pada 2019 BCA Life juga akan meluncurkan kanal penjualan digital untuk melebarkan jangkauan dan menyentuh seluruh masyarakat Indonesia.

“Masih akan terus berfokus pada produk tradisional melalui multi chanel distribution yang BCA Life miliki,” ucap Lely.

Tag : bca life
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top