Tips Mengelola Keuangan Bersama Pasangan

Sebelum menikah pasangan disarakankan mengetahui dasar-dasar pengelolaan keuangan yang baik. Budi Rahardjo, perencana keuangan One Shield mengatakan, paling tidak ada pemahaman yang sama mengenai kondisi kesehatan keuangan keluarga, sehingga diharapkan nantinya keputusan-keputusan terkait keuangan seperti mencicil kendaraan, rumah, atau penggunaan kartu kredit bisa diputuskan bersama.Dia melanjutkan, sebelum menikah biasanya masing-masing memiliki ekspektasi mengenai peran finansialnya dalam keluarga, misalnya di masyarakat Indonesia masih banyak pasangan yang mewajibkan laki-laki sebagai tulang punggung keuangan keluarga. Meski saat ini sudah banyak perempuan yang tetap bekerja setelah menikah.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  17:14 WIB
Tips Mengelola Keuangan Bersama Pasangan
Pasangan kencan - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebelum menikah, pasangan disarakankan mengetahui dasar-dasar pengelolaan keuangan yang baik.

Budi Rahardjo, perencana keuangan One Shield mengatakan, paling tidak ada pemahaman yang sama mengenai kondisi kesehatan keuangan keluarga, sehingga diharapkan nantinya keputusan-keputusan terkait keuangan seperti mencicil kendaraan, rumah, atau penggunaan kartu kredit bisa diputuskan bersama.

Dia melanjutkan, sebelum menikah biasanya masing-masing memiliki ekspektasi mengenai peran finansialnya dalam keluarga, misalnya di masyarakat Indonesia masih banyak pasangan yang mewajibkan laki-laki sebagai tulang punggung keuangan keluarga. Meski saat ini sudah banyak perempuan yang tetap bekerja setelah menikah.

Menurut Budi, pasangan harus jelas terlebih dulu mengenai ekspektasi-ekspektasi semacam ini. Prinsip keterbukaan mengenai keuangan pun harus terus diterapkan pasangan setelah menikah. Idealnya, pasangan suami istri memiliki rekening bersama dimana penghasilan keduanya disatukan dalam rekening tersebut.

Langkah tersebut selain untuk keterbukaan juga agar memudahkan pasangan untuk mengaudit arus keuangan keluarga. Adanya rekening dan kesepakatan bersama bahwa seluruh penghasilan harus dipindahkan ke rekening tersebut akan membuat pengelolaan uang lebih terencana.

Budi menjelaskan, ada dua jenis rekening bersama yang bisa dipilih, pertama yang otorisasi transaksi hanya di satu pemegang rekening saja, sementara yang kedua otorisasinya harus dari kedua belah pihak. Budi berpendapat alangkah repot jika, misalnya untuk keperluan belanja bulanan saja harus disetujui suami dan istri terlebih dahulu. Maka dia menyarankan untuk memilih tipe rekening bersama yang otorisasi transaksinya berada di satu pemegang saja, tetapi segala pengeluarannya tetap bisa saling control.

"Berikutnya membuat tujuan keuangan bersama, entah itu membeli aset, berinvestasi, asuransi, persiapan pendidikan anak, dan sebagainya. Semuanya harus berpatokan pada tujuan itu," jelas Budi.

Dalam menyusun perencanaan keuangan keluarga, lanjutnya, pasangan juga disarankan untuk menentukan sejumlah prioritas dalam keuangan keluarga. Setelah mengidentifikasi kebutuhan bersama, kebutuhan pribadi bisa dimasukkan dalam rencana anggaran.

Perlu juga dipertimbangkan aspek efisiensi anggaran dalam memilih sebuah produk keuangan, misalnya asuransi kesehatan. Idealnya asuransi kesehatan yang dipilih adalah paket keluarga karena relative lebih murah.

Selanjutnya, mengenai kepemilikan kartu kredit, idealnya menurut Budi masing-masing suami dan istri memegang satu kartu kredit. Namun, disarankan yang satu merupakan kartu tambahan dan berada dalam rekening kartu kredit yang sama sehingga tetap bisa saling mengontrol keuangan satu sama lan.

"Paling baik adalah punya rekening kartu kredit yang bisa saling kontrol pengeluaran pasangannya, terutama yang bertindak sebagai manager keuangan," kata Budi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
finansial

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top