Bank Mandiri Rekrut 14.000 Agen Laku Pandai Tahun Ini

Per akhir 2018, jumlah agen Laku Pandai Bank Mandiri telah mencapai 57.897 agen. Sepanjang Januari—Februari 2019, jumlah agen telah bertambah sekitar 7.000 agen baru baik berupa agen perseorangan maupun badan hukum.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  09:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menargetkan dapat menambah sekitar 14.000 agen perbankan pada tahun ini, dengan menyasar komunitas yang dinilai potensial.

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Zedo Faly menyatakan hingga akhir 2019 jumlah agen Mandiri Laku Pandai diharapkan bertambah sekitar 14.000 agen. Per akhir 2018, jumlah agen Mandiri Laku Pandai telah mencapai 57.897 agen. Sepanjang Januari—Februari 2019, jumlah agen telah bertambah sekitar 7.000 agen baru baik berupa agen perseorangan maupun badan hukum.

“Target pada akhir tahun 2019 adalah sebanyak total 72.000 agen. Kami optimistis bisa mencapai angka tersebut, karena per Februari jumlah agen telah mencapai sekitar 65.000 agen,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Zedo menjelaskan penambahan agen pada tahun ini akan dilakukan secara merata di berbagai wilayah di Indonesia. Selain menggenjot jumlah agen baru, perseroan juga berupaya untuk lebih mengutamakan kualitas agen dengan memperhatikan basis komunitas yang potensial misalnya sektor perkebunan, pertanian, perdagangan, industri dan lain-lain.

Dari sisi biaya investasi yang dialokasikan untuk pengembangan agen perbankan, kata Zedo, akan disesuaikan dengan potensi keuntungan terhadap perseroan dari sisi pendapatan berbasis komisi (fee based income) maupun penghimpunan dana masyarakat.

“Pada prinsipnya kami tentunya telah memperhitungkan bahwa biaya yang bank investasikan/keluarkan untuk agen setidaknya dapat di-cover dari pendapatan dari fee based income ataupun funding yang diperoleh melalui agen setiap bulannya,” tuturnya.

Zedo mengatakan keberadaan agen perbankan sejauh ini telah memberikan kontribusi terhadap pendapatan fee terutama dari biaya transaksi. Kendati begitu nilainya dinilai belum signifikan kalau dilihat dari sisi keuntungan terhadap biaya modal.

Selain pendapatan, agen perbankan juga memberikan kontribusi di sisi penghimpunan dana saldo agen dan nasabah yang dilayani oleh agen. “Sampai dengan Februari 2019, dana dari agen mencapai Rp200 miliar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zedo mengungkapkan agen perbankan juga memberikan beberapa keuntungan terhadap perusahaan untuk jangka panjang di luar pendapatan.

Pertama, membantu bank menurunkan biaya operasional dan risiko. Kedua, membantu bank untuk pelayanan nasabah dan debitur sehingga dalam jangka panjang menurunkan kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL). Ketiga, sebagai pengumpul dana karena agen menjadi perwakilan bank di daerah terpencil. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri, OJK laku pandai

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top