Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BTN Siapkan Emisi Global Bonds US$300 Juta

BTN berencana menerbitkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat atau global bonds senilai US$300 juta pada tahun ini.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  10:47 WIB
BTN Siapkan Emisi Global Bonds US$300 Juta
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), di Jakarta, Rabu (2/1/2018). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. berencana menerbitkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat atau global bonds senilai US$300 juta pada tahun ini.

Direktur Keuangan dan Treasury Bank BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan bahwa emisi emisi global bonds tersebut diperkirakan akan dilakukan pada akhir kuartal II/2019. Penerbitan surat utang tersebut diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan valas.

"Rencana global bonds sebesar US$300 juta, untuk realisasinya jika memungkinkan di akhir kuartal II/2019," katanya kepada Bisnis, Selasa (26/3/2019).

Emisi obligasi valas tersebut merupakan yang pertama kalinya bagi perseroan. Kendati begitu, sebelumnya BTN pernah mendapatkan pendanaan valas lewat pinjaman bilateral pada akhir 2018. Penerbitan global bonds tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi pengetatan likuiditas pada paruh kedua tahun ini.

Selain emisi bonds, BTN juga akan menghimpun dana nonkonvensional lewat instrumen lainnya seperti sekuritisasi future cashflow KPR (kredit pemilikan rumah), penerbitan obligasi, Negotiable Certificate of Deposits (NCD), serta pinjaman bilateral atau sindikasi. Total dana wholesale yang dibidik BTN sepanjang 2019 sebesar Rp14 triliun.

Adapun, menurut Iman kondisi likuiditas pada awal tahun ini masih relatif baik. Bahkan total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perseroan mengalami pertumbuhan dua digit. 

"DPK valas merupakan produk yang relatif baru jadi jumlah dan perkembangannya masih kecil dan relatif berfluktuasi karena base yang masih rendah. Tapi kalau DPK total selama Januari dan Februari masih tumbuh dengan cukup baik di kisaran 16%," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top