SMF Bakal Rilis PUB Anyar Senilai Rp21 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bakal memulai obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) Tahap V senilai Rp21 triliun.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 10 April 2019  |  21:32 WIB
SMF Bakal Rilis PUB Anyar Senilai Rp21 Triliun
Jajaran direksi SMF, direksi BEI dan profesi penunjang emisi PUB IV SMF Tahap VIII Tahun 2019 berfoto bersama usai pencatatan perdana instrumen tersebut di BEI, Senin (25/3/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bakal memulai obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) Tahap V senilai Rp21 triliun.


Direktur SMF Heliantopo mengatakan rencana tersebut seiring dengan penutupan PUB tahap sebelumnya senilai Rp12 triliun pada Maret 2019. Penerbitan PUB yang baru akan digunakan untuk mengejar target pembiayaan senilai Rp10 triliun pada tahun ini.


“Proses PUB baru butuh sekitar 2 bulan. Jadi sekitar Juni 2019. Tahap I nilainya belum fix karena kami belum tahu timing-nya pas atau tidak. PUB kan tenornya 2 tahun. Kami akan selesaikan dalam delapan tahap. Tapi masing-masing tergantung kebutuhan, timing, dan peluang,” ujarnya, Rabu (10/4).


Sepanjang 2018, SMF telah menerbitkan surat utang senilai Rp5,55 triliun melalui penerbitan obligasi PUB IV Tahap III sebesar Rp2 triliun, PUB IV Tahap IV sebesar Rp1,16 triliun, PUB IV Tahap V sebesar Rp1,5 triliun dan PUB IV Tahap VI sebesar Rp888 miliar. Hingga akhir 2018, posisi (outstanding) surat utang SMF mencapai Rp10,23 triliun, angka tersebut berdasarkan data laporan keuangan periode 31 Desember 2018.


Adapun pada awal tahun ini, perseroan telah menerbitkan MTN SMF VIII Tahun 2019 dengan jumlah pokok senilai Rp500 miliar pada 12 Mei 2019. Tingkat bunga surat utang ini mencapai 8,45% per tahun dengan jenis bunga tetap. Penawaran itu dilanjutkan dengan Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multigriya Finansial Tahap VIII Tahun 2019 dengan jumlah pokok obligasi senilai Rp2,51 triliun pada Maret 2019.


“Penerbitan MTN selanjutnya tergantung kebutuhan. Kalau dalam jeda penerbitan ini ada kebutuhan likuiditas, mungkin kami akan terbitkan MTN lagi atau dari sumber lainnya,” ujarnya.


SMF menargetkan pendanaan senilai Rp9 triliun pada tahun ini. Total kebutuhan dana naik dibanding pada 2018 yang senilai Rp6,4 triliun. Selain untuk pembiayaan, kenaikan itu lantaran banyaknya surat utang yang akan jatuh tempo pada tahun ini.


Pada tahun ini, obligasi jatuh tempo SMF tercatat mencapai Rp4,7 triliun. Heliantopo mengatakan pelunasannya akan menggunakan dana collection.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smf

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top