Bank Ganesha Targetkan Laba Rp67 Miliar pada 2019

Bank Ganesha targetkan laba sebesar Rp67 miliar pada akhir tahun ini.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 12 April 2019  |  15:40 WIB
Bank Ganesha Targetkan Laba Rp67 Miliar pada 2019
Komisaris PT Bank Ganesha Tbk Marcello Theodore Taufik (dari kiri), berbincang dengan Wakil Presiden Komisaris Independen Sudarto, Presiden Komisaris Independen Lenny Sugihat, Presiden Direktur Lisawati, Direktur Setiawan Kumala, dan Direktur Sugiarto Surjadi, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Jumat (12/4/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Ganesha Tbk. menargetkan perolehan laba sebesar Rp67 miliar pada tahun ini, jauh di atas capaian 2018 yang hanya senilai Rp5,6 miliar. 

Realisasi laba bersih pada tahun lalu disebut anjlok 89,1% secara year-on-year (yoy) karena turut terpengaruh oleh kredit bermasalah yang dialami perusahaan. Pada 2018, Bank Ganesha menjadi 1 dari 14 kreditur perusahaan pembiayaan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance).

Direktur Bank Ganesha Setiawan Kumala menyatakan laba perusahaan sudah mulai kembali normal pada awal tahun ini. Per Maret 2019, laba bersih sudah mencapai Rp18,68 miliar atau melampaui Rencana Bisnis Bank (RBB) yang senilai Rp17,4 miliar.

“Akhir tahun kami targetkan laba bisa Rp67 miliar,” sebutnya, usai Public Expose di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Hal itu juga akan diikuti oleh pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Sepanjang tahun lalu, penyaluran dan penghimpunan dana Bank Ganesha terbilang stagnan atau bankah menurun.

Fungsi intermediasi per Desember 2018 hanya tumbuh 0,4% yoy menjadi Rp2,91 triliun. Pada periode yang sama, DPK turun 1,9% menjadi Rp3,32 triliun.

Setiawan optimistis tahun ini dapat ditutup dengan pertumbuhan kredit sebesar 12% secara tahunan. DPK juga diyakini akan mengimbangi untuk memastikan ketersediaan likudiitas.

Bank Ganesha menegaskan bakal agresif menyalurkan kredit pada kuartal II/2019 hingga akhir tahun ini. Selama 3 bulan pertama 2019, pelaku usaha disebut masih menunggu situasi usai Pemilu.

Dia melanjutkan perusahaan pun akan berupaya menggenjot penyaluran kepada sektor Usaha Kecil dan Menengah (Small Medium Enterprise/SME) dalam bentuk modal kerja. Dalam hal ini, Bank Ganesha telah berkerja sama dengan perusahaan finansial berbasis teknologi, PT Amartha Mikro Fintek. 

Amartha dianggap sesuai untuk meningkatkan portofolio kredit SME. Mitigasi risiko pun telah dilakukan dengan meminta Amartha membeli asuransi kredit. 

“Amartha ini masuk program pemerintah menyalurkan [pembiayaan] Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), makanya kami rasa sangat ideal untuk bermitra,” jelas Setiawan.

Adapun SNP Finance tersangkut kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, penggelapan, penipuan, dan pencucian uang dalam aktivitas usahanya. Perusahaan itu pun pailit pada akhir tahun lalu.

Total penyaluran dana oleh 14 bank kepada SNP Finance mencapai Rp2,2 triliun, dengan porsi terbesar dimiliki oleh Bank Mandiri, yakni Rp 1,4 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perbankan, bank ganesha

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top