Kuartal I/2019, Bank BJB Cetak Laba Rp421 Miliar

Bank BJB mencatatkan laba bersih sebesar Rp421 miliar dengan total aset sebesar Rp 117,7 triliun pada kuartal I/2019.
Maria Elena | 26 April 2019 13:27 WIB
Karyawati melayani nasabah di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) Kantor Cabang Utama Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/6/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. mencatatkan laba bersih sebesar Rp421 miliar dengan total aset sebesar Rp 117,7 triliun pada kuartal I/2019. 

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang melaksanakan tugas Direktur Utama Bank BJB Agus Mulyana mengatakan bahwa capaian laba bersih tersebut ditopang oleh kredit yang disalurkan sebesar Rp75,8 triliun, tumbuh 6,2% secara tahunan. 

Agus menyampaikan bahwa kualitas kredit juga terjaga dengan baik, tecermin dari rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) tercatat di level 1,68%. 

"Capaian NPL Bank BJB lebih baik dibandingkan rasio NPL rata-rata industri perbankan yang sebesar 2,59%," katanya dalam siaran pers, Jumat (26/4/2019). 

Agus mengutarakan komitmen Bank BJB sebagai agen pembangunan terus meningkat, terlihat dari naiknya penyaluran kredit mikro yang berhasil tumbuh 11,1% atau mencapai Rp5,5 triliun. 

Pertumbuhan kredit di sektor UMKM, menurutnya, dicapai melalui beberapa strategi yaitu di antaranya program One Village One Company (OVOC) dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Selain itu, strategi lainnya adalah meningkatkan akses perbankan di masyarakat perdesaan melalui layanan agen perbankan Laku Pandai, program kemitraan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), memperkuat sinergi melalui kerja sama dengan BPR dan Lembaga Keuangan Mikro, serta program lain yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan sektor UMKM. 

Selain sektor UMKM, Bank BJB juga gencar melakukan pembiayaan ke sektor infrastruktur yang sejalan dengan target pemerintah untuk menggenjot sektor tersebut. Untuk mengakselerasi hal tersebut, Bank BJB berkolaborasi dengan BUMD lain di wilayah Jawa Barat dan Banten. 

"Kami memprioritaskan proyek-proyek berskala nasional seperti pembangunan jalan tol, proyek pembangunan pelabuhan baru, proyek penyediaan air minum dan proyek pembangunan bendungan serta jaringan irigasi yang berada di wilayah Jawa Barat dan Banten," katanya. 

Sementara, dari sisi penghimpunan dana, perseroan berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp90,2 triliun yang didorong dari pertumbuhan tabungan sebesar 8,8%, sehingga rasio dana murah dari produk giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) naik dari 46,3% menjadi sebesar 48,8% terhadap total DPK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
laba bersih, bank bjb

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top