Asuransi Asei Rampungkan Proses Alih Kepegawaian

Asuransi Asei merupakan hasil transformasi PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) yang sudah beroperasi sejak 1985. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20/1983, Asuransi Ekspor Indonesia bergerak di bidang asuransi dan jaminan untuk mendukung pengembangan ekspor non-migas nasional.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  17:15 WIB
Asuransi Asei Rampungkan Proses Alih Kepegawaian
Head Group Corporate Secretary PT Asuransi Asei Indonesia Tranggana Nadir memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/2/2019)./Bisnis - Oktaviano DB Hana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Asei Indonesia menegaskan telah merampungkan proses alih kepegawaian pascapembentukan PT Reasuransi Indonesia (Persero) atau Indonesia Re.

Head Group Corporate Secretary PT Asuransi Asei Indonesia Tranggana Nadir mengatakan setelah terbentuknya Indonesia Re pada 2015, sebanyak 187 karyawan ditugaskan di Asuransi Asei. Perusahaan asuransi kerugian ini merupakan anak usaha dari Indonesia Re, yang digadang-gadang sebagai perusahaan reasuransi nasional (PRN) dan bakal menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Dari jumlah pegawai yang ditugaskan itu, jelas dia, 112 di antaranya memilih opsi untuk tidak melanjutkan karir di Asuransi Asei dengan berbagai pertimbangan.

“Asei telah membayarkan hak-hak pegawai yang mengakhiri hubungan kerja dimaksud sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya, Kamis (5/2/2019).

Trenggana menjelaskan bahwa pihaknya sejak 2016 sudah mempersiapkan proses penyelesaian status kepegawaian tersebut. Sejak itu, Asuransi Asei sudah menawarkan opsi kepada para pegawai, baik untuk melanjutkan karier sebagai karyawan atau mengakhiri hubungan kerja.

Pihaknya pun telah jauh-jauh hari menyiapkan kompensasi kepada pekerja yang memilih pengakhiran hubungan kerja. Selain itu, Trenggana mengatakan pihaknya sudah menyiapkan para karyawan dengan kompetensi tertentu untuk menggantikan para pekerja tersebut.

“Kami lakukan sesuai aturan perundang-undangan sehingga kami alokasikan sekitar Rp33 miliar.”

Trenggana mengatakan rampungnya proses tersebut pada 30 April 2019 sama sekali tidak mengganggu kegiatan operasional Asuransi Asei. Saat ini, jelas dia, pihaknya masih memiliki sekitar 200 pekerja di seluruh Indonesia.

Menurutnya, komposisi pekerja yang lebih ramping itu tetap optimal lantaran didukung degan otomasi proses bisnis.

“Kegiatan operasional Asuransi Asei akan semakin efektif dan efisien untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mitra kerja,” ujarnya.

Sebagai informasi, Asuransi Asei merupakan hasil transformasi PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) yang sudah beroperasi sejak 1985. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20/1983, Asuransi Ekspor Indonesia bergerak di bidang asuransi dan jaminan untuk mendukung pengembangan ekspor non-migas nasional.

Seiring dengan kebutuhan nasional, pemerintah selaku pemegang saham, mentranformasi Asuransi Ekspor Indonesia menjadi PT Asei Reasuransi Indonesia (Persero) atau juga dikenal dengan Asei Re, yang fokus dalam pengembangan bisnis reasuransi.

Asei Re kemudian berganti nama menjadi Indonesia Re, sedangkan bisnis asuransi dan jaminan dilaksanakan oleh anak perusahaan, Asuransi Asei Indonesia.

Dengan modal dasar Rp 800 miliar dan modal disetor Rp 550 miliar, Asuransi Asei Indonesia berdiri pada 9 Oktober 2014. Indonesia Re menjadi pemegang saham mayoritas atau sebesar 99,998%, sedankan 0,002% lainnya dimiliki oleh Koperasi Pegawai PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero).

Pada 31 Oktober 2014 melalui surat Nomor S-658/NB.211/2014, OJK memberikan ijin pengalihan portofolio bisnis direct dan reasuransi Asei Re kepada Asuransi Asei Indonesia, dan pada 17 Desember 2014 spin off mendapat persetujuan efektif dari RUPS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top