Migrasi Kartu GPN Terus Dipacu, Ini Hasilnya

Jumlah kartu terdistribusi dan transaksi kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN terus mengalami peningkatan.
Maria Elena | 12 Mei 2019 16:11 WIB
Ilustrasi-Pengunjung mengamati kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Kamis (3/5/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia mencatatkan jumlah kartu terdistribusi dan transaksi kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN terus mengalami peningkatan.

Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia Rahmat Hernowo mengatakan kartu berlogo GPN yang telah dicetak hingga April 2019 sudah mencapai 56 persen dari total target action plan bank 2019 sebesar 47 juta keping kartu.

Jumlah kartu yang sudah didistribusikan kepada nasabah hinggal April 2019 berjumlah 30,09 juta keping.

Rahmat mengatakan transaksi melalui kartu GPN mengalami pertumbuhan signifikan, terlihat dari peningkatan volume dan nominal transaksi (off-us) atau interkoneksi antarjaringan dan interkoneksi dalam jaringan (on-network)

"Per April 2019, volume transaksi Off-Us meningkat menjadi 11 juta transaksi atau tumbuh 49,01 persen secara tahunan, sementara nominal transaksi meningkat menjadi Rp5,2 triliun atau tumbuh 52,68 persen," kata Rahmat kepada Bisnis.

Sementara, transaksi interkoneksi meningkat menjadi 5,45 juta atau tumbuh 38,68 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan nominal sebesar Rp2,7 triliun atau tumbuh 36,67 persen yoy pada April 2019.

Namun, proporsi volume transaksi interkoneksi terhadap keseluruhan Off-Us sedikit menurun menjadi sebesar 49,2 persen di April 2019. 

Selain itu, transaksi On-Network mengalami pertumbuhan menjadi 5,64 juta transaksi atau meningkat 60,61 persen yoy dengan nominal sebesar Rp2,5 triliun atau naik 74,56 persen yoy

Dalam implementasi kartu GPN, Rahmat memaparkan pihaknya masih menemukan beberapa kendala, di antaranya belum ikut sertanya beberapa kantor bank penerbit khususnya di daerah dalam melakukan kegiatan penukaran kartu, ketersediaan stok kartu GPN di daerah, dan  masih belum memadainya pengetahuan masyarakat terkait GPN.

Selain itu, teridentifikasi bahwa masyarakat mengharapkan adanya promo dalam transaksi menggunakan kartu GPN. Rahmat menilai hal ini yang menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas dan meningkatkan penggunaan kartu GPN.

Jika dilihat periode ke belakang, pertumbuhan tertinggi pendistribusian kartu GPN terjadi pada Juli 2018, yaitu sebesar 253 persen yoy.

Pertumbuhan ini terjadi pada saat bank penerbit kartu ATM/debit didorong untuk menyiapkan stok kartu berlogo GPN sekaligus dengan pelaksanaan kampanye nasional GPN secara serentak di sejumlah titik wilayah di Indonesia dengan kegiatan utamanya pekan penukaran kartu GPN.

Rahmat melanjutkan, pelaksanaan kampanye nasional GPN akan tetap dilanjutkan pada tahun 2019, bekerja sama dengan perbankan dan edukasi difokuskan kepada universitas dan kementrian atau lembaga terkait. Itu dilakukan guna mencapai target pemenuhan kewajiban kepemilikan minimal 1 kartu ATM/debit GPN oleh 1 nasabah pada akhir tahun 2021. 

Sebagai gambaran, kegiatan sosialisasi GPN telah dilaksanakan di 12 universitas dan kementrian atau lembaga terkait. Hasil survei yang dilakukan dalam setiap pelaksanaan sosialisasi di sembilan universitas terdapat peningkatan pemahaman mahasiswa atas GPN, rata-rata mencapai 3,5 persen dengan baseline pre dan post test sebesar 70,7 persen dan 72,7 persen.

"Diharapkan kegiatan sosialisasi GPN yang dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran, mampu meningkatkan awareness masyarakat terhadap GPN dan bahkan memunculkan harapan akan adanya kebanggaan dalam bertransaksi pembayaran menggunakan GPN," ujar Rahmat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
atm, kartu debit, gerbang pembayaran nasional

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top