Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

P2P Lending Harapkan UU Perlindungan Data Pribadi Terealisasi

Penyelenggara peer to peer (P2P) lending berharap ada regulasi sekelas undang-undang yang dapat memayungi perlindungan data nasabah bagi penyelenggara digital.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  21:18 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Penyelenggara peer to peer (P2P) lending berharap ada regulasi sekelas undang-undang yang dapat memayungi perlindungan data nasabah bagi penyelenggara digital.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi mengatakan General Data Protection Regulation (GDPR) berlaku secara menyeluruh, tidak hanya fintech.

“Harus ada payung besarnya dulu. Mungkin harus berlaku bagi semua sektor industri, baru nanti bagaimana fintech menjadi bagian dari payung besar tersebut,” katanya belum lama ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh CEO & Co-Founder PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Ivan Nikolas Tambunan. Dia mengatakan larangan mengakses data nasabah yang ditetapkan OJK akan berpengaruh terhadap kualitas credit scoring yang dilakukan oleh penyelenggara khususnya bagi payday loan. Namun, bagi Akseleran sendiri tidak berpengaruh.

“Ada pengaruhnya, terutama untuk payday loan misalnya, IMEI [International Mobile Equipment Identity], data kontak, aplikasi yang sudah di-install. Namun, kami tidak terlalu terpengaruh karena kami kerja sama dengan mitra seperti Tokopedia dan dari laporan keuangan peminjam,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (17/6).

Untuk itu, diperlukan UU untuk mengatur perlindungan data pribadi. Namun, UU ITE saat ini UU ITE tidak memberikan ancaman pidana bagi pelanggaran penggunaan data pribadi. “Jadi orang tidak terlalu takut. Maka DPR sedang godok, mudah-mudahan bisa keluar secepatnya.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech akseleran
Editor : Anggi Oktarinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top