Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Pendapatan Fee, Bank Mandiri Ekspansif Kembangkan Wealth Management

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengoptimalkan layanan bisnis wealth management yang dinilai masih prospektif sebagai salah satu penopang pendapatan komisi.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  12:51 WIB
Aktivitas layanan nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, di Jakarta - Bisnis/Nurul Hidayat
Aktivitas layanan nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, di Jakarta - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengoptimalkan layanan bisnis wealth management yang dinilai masih prospektif sebagai salah satu penopang pendapatan komisi.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menyatakan bisnis wealth management Bank Mandiri masih mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Hal itu tampak dari perkembangan dana kelolaan (fund under management/FUM) serta dari pendapatan alias fee based income (FBI).

“Per bulan Mei 2019, wealth management Bank Mandiri telah mengelola FUM Rp197 triliun, atau tumbuh sebesar 60% dibandingkan dengan FUM bulan Mei 2018 yang hanya sebesar Rp118 triliun,” katanya kepada Bisnis, Selasa (23/7/2019).

Sejalan dengan itu, pendapatan komisi yang didapat Bank Mandiri dari pengelolaan kekayaan nasabah tajir tersebut juga mengalami pertumbuhan.

“Dari sisi fee based income, wealth management Bank Mandiri juga mengalami pertumbuhan yang positif yaitu naik sebesar 55% secara year on year. Per Mei 2019 ini nilai pendapatan fee sebesar Rp174 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu hanya sebesar Rp112 miliar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hery mengatakan perkembangan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi perseroan di lini bisnis wealth management.

Menurutnya, kinerja tersebut tidak luput dari kondisi prospek bisnis wealth management di Indonesia yang masih memiliki potensi yang cukup besar.

Mengutip data Ditjen Pajak Kemenkeu, Hery mengatakan aset WNI yang ada di luar negeri masih sangat besar yakni sekitar Rp1.300 triliun.

“Melihat potensi yang masih besar tersebut, kami terus berinisiatif untuk mengembangkan keberagaman produk untuk memacu pertumbuhan bisnis ini. Selain itu, edukasi perencanaan finansial, pengelolaan portofolio, dan peningkatakan kapabilitas SDM pengelola dana nasabah juga terus kami tingkatkan guna melayani kebutuhan investasi nasabah,” paparnya.

Demi memacu bisnis wealth management, lanjut Hery, perseroan senantiasi melakukan perbaikan dan peningkatan layanan serta pengembangan produk, baik yang baru maupun produk lama yang menjadi andalan.

Sebagai contoh, ada satu produk andalan perseroan, khususnya untuk nasabah di segmen  private yang disediakan lewat kolaborasi anak perusahaannya, yakni Mandiri Investasi dengan Lombard Odier (private bank dari Swiss) sejak April 2018.

Hery mengatakan dalam layanan pengelolaan dana nasabah individual itu seluruh portofolio efek nasabah akan dikelola secara professional oleh Mandiri Investasi dengan berbagai pilihan produk investasi onshore maupun offshore yang beragam.

Selain itu, pada akhir Juni 2019, Bank Mandiri juga bekerjasama dengan AXA MAndiri untuk meluncurkan produk asuransi khusus segmen prioritas  dan private, yakni produk asuransi unit link Mandiri Wealth Plan.

Hery menuturkan asuransi unit link itu memberikan sejumlah tawaran keuntungan bagi nasabah, antara lain berupa loyalty bonus dengan besaran tertentu.  

“Produk asuransi unit link ini dapat memberikan uang pertanggungan cukup besar yaitu minimal 5x premi dasar dan imbal hasil investasi di mana 100% premi dasar yang dibayarkan akan langsung diinvestasikan sejak tahun pertama serta bebas biaya akuisisi. Tersedia dalam valuta rupiah ataupun Dolar Amerika,” ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri wealth management
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top