Baru Beroperasi, Asuransi Patungan TP Rachmat & Anton Setiawan Raup Premi Rp70 Miliar

Tahun ini, perusahaan tersebut menargetkan premi bruto sebesar Rp150 miliar.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 02 Agustus 2019  |  14:44 WIB
Baru Beroperasi, Asuransi Patungan TP Rachmat & Anton Setiawan Raup Premi Rp70 Miliar
(Dari kiri ke kanan) Technical Director PT Asuransi Total Bersama (tob insurance) Diana Tjandra Gunawan, President Commisioner tob insurance Hong Anton Leoman, President Director tob insurance Rudy Gunawan, dan Finance Director tob insurance FX Wandy memberikan keterangan kepada media di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/8/2019). - Bisnis/Oktaviano DB Hana

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Total Bersama, perusahaan asuransi kerugian yang baru mendapatkan izin operasional pada awal tahun ini, membukukan pendapatan premi bruto senilai Rp70 miliar hingga Juli 2019.

Perusahaan asuransi kerugian baru ini didirikan oleh sejumlah investor, termasuk dua taipan, Theodore Permadi Rachmat dan Anton Setiawan. Kedua nama tersebut masuk sebagai pemegang saham paling besar di antara investor lainnya.

TP Rachmat memegang 30 persen saham perusahaan dengan merek dagang tob insurance itu melalui PT Daya Adicipta Mustika (Daya Group), salah satu grup usaha di bawah Triputra Group. Sementara itu, Anton Setiawan, yang merupakan pendiri dan komisaris utama PT Tunas Ridean Tbk., dikabarkan masuk sebagai pemegang 15 persen saham di perusahaan anyar tersebut melalui PT Ananta Andal Prima.

President Director PT Asuransi Total Bersama (tob insurance) Rudy Gunawan mengatakan pihaknya menargetkan premi bruto senilai Rp150 miliar pada tahun pertama operasional ini.

“Hingga Juli 2019, kami membukukan pendapatan premi senilai Rp70 miliar,” ujarnya di sela-sela konferensi pers, Jumat (2/8/2019).

Rudy memerinci pihaknya masih memanfaatkan pasar internal yang memang dominan bergerak di sektor otomotif. Dari jumlah premi tersebut, jelasnya, sekitar 90 persen lebih bersumber dari asuransi kendaraan bermotor.

Selebihnya, premi disumbangkan oleh sejumlah lini bisnis, termasuk asuransi properti, kebakaran, pengangkutan, dan kecelakaan diri atau Personal Accident (PA). 

“Untuk perusahaan baru, target tahun pertama kami ini sudah cukup agresif,” ujarnya.

Tob insurance didukung 18 kantor pemasaran yang tersebar di seluruh Indonesia dan kanal pemasaran digital yang terus dikembangkan.

Dalam kesempatan yang sama, Technical Director tob insurance Diana Tjandra Gunawan menyampaikan hingga saat ini, pihaknya memasarkan 11 produk yang dominan berupa produk konvensional pada lini bisnis kendaraan bermotor, properti, tanggung gugat, dan pengangkutan.

Ke depan, perusahaan masih akan mendorong pengembangan produk konvensional baru. Selain itu, dia menegaskan pihaknya juga akan menciptakan produk-produk inovatif yang dipasarkan melalui saluran distribusi digital.

“Kami juga punya proyek pengembangan produk, bermitra dengan asuransi jiwa, misalnya untuk produk asuransi jiwa kredit dan hospital cashplan,” terang Diana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi, tob insurance

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top