Semester I/2019, Standard Chartered Bank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp459 Miliar

Laba bersih melonjak 82 persen secara year-on-year (yoy), didukung oleh pertumbuhan di semua lini bisnis dan efisiensi biaya.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  11:49 WIB
Semester I/2019, Standard Chartered Bank Indonesia Cetak Laba Bersih Rp459 Miliar
Papan nama Standard Chartered terpasang di depan sebuah gedung, di Jakarta. - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA -- Standard Chartered Bank Indonesia menutup akhir semester I/2019, dengan raihan laba bersih sebesar Rp459 miliar atau naik 82 persen secara year-on-year (yoy) dari periode  yang sama tahun lalu, yang sebesar Rp252 miliar.
 
Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Rono Donosepoetro menyebutkan kenaikan laba itu didukung pertumbuhan bisnis di berbagai lini usaha serta efisiensi biaya. Dia menjelaskan momentum pertumbuhan pada 6 bulan pertama 2019 ditandai oleh pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) masing-masing 6 persen secara tahunan.
 
Pertumbuhan kredit terutama dibukukan di sektor manufaktur dan konstruksi, yang merupakan industri-industri penting penggerak ekonomi Indonesia. Adapun efisiensi biaya ditunjukan dengan membaiknya rasio biaya dari 67,8 persen pada paruh pertama tahun lalu menjadi 54,5 persen pada semester I/2019, yang merupakan refleksi dari upaya bank dalam mengelola pengeluaran dengan lebih optimal.
 
Selanjutnya, Standard Chartered juga mempertegas komitmen untuk mendorong perdagangan di Indonesia dengan menyediakan fasilitas perbankan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  dan perusahaan-perusahaan Indonesia berbasis ekspor, sebesar 25 persen dari portofolio bank.
 
“Pertumbuhan laba bersih 82 persen ini seiring dengan upaya berkelanjutan untuk mentransformasi Standard Chartered Bank Indonesia. Memasuki paruh kedua tahun ini, kami akan terus waspada mengingat adanya ketegangan hubungan AS dengan mitra-mitra utamanya, sembari mencermati kebijakan moneter dari bank-bank sentral utama dunia serta fluktuasi harga minyak,” papar Dono dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.
 
Chief Financial Officer Standard Chartered Bank Indonesia Anwar Harsono menyatakan pihaknya juga mengelola likuiditas sehingga mampu menaikkan Net Interest Margin (NIM) dari 4,2 persen menjadi 4,6 persen pada paruh pertama 2019.
 
“Kami terus menjalankan pengelolaan likuiditas yang cermat untuk memastikan likuiditas tersedia secara optimal mendukung pertumbuhan bank,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
standard chartered, perbankan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top