BNI Tutup Sejumlah Kantor Wilayah di Papua

Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta mengatakan atas kerusuhan dan aksi damai di Papua yang masih berlangsung hari ini, perseroan terpaksa masih harus menutup sejumlah kantor wilayah atau kanwil.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  17:55 WIB
BNI Tutup Sejumlah Kantor Wilayah di Papua
Massa melakukan aksi di Jayapura, Senin (19/8/2019). Aksi tersebut untuk menyikapi peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Antara - Gusti Tanati

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. hari ini menutup sejumlah kantor wilayah yang tersebar di Papua akibat aksi kerusuhan yang terjadi kemarin, Senin (19/8).

Direktur Manajemen Risiko BNI Bob Tyasika Ananta mengatakan atas kerusuhan dan aksi damai di Papua yang masih berlangsung hari ini, perseroan terpaksa masih harus menutup sejumlah kantor wilayah atau kanwil.

“Semua kanwil di Manokwari kecuali Kaimana dan Wamena hari hari ini tutup. Kalau khusus di sekitar Biak karena ada demo damai besar-besaran. Di area Sorong juga hampir semua tutup kecuali kantor cabang Sorong yang buka dengan penjagaan Marinir,” katanya, Selasa (20/8/2019).

Bob mengemukakan penutupan kantor cabang tersebut sudah dilaporkan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diinformasikan kepada seluruh nasabah.

Dia melanjutkan dari kejadian aksi massa yang terjadi mulai Pagi kemarin, perseroan telah menerapkan bisnis continuity manajemen. Prosedurnya ada tiga aspek penyelamatan dan pengamanan yang utama dilakukan.

Ketiganya yakni pengamanan pada jiwa atau karyawan setempat, pengamanan layanan, dan pengamanan aset.

“Kemudian khusus pada nasabah kami juga lakukan info cabang yang tidak beroperasi atau mengalami pengalihan layanan,” ujar Bob.

Bob mengemukakan sejauh ini perseroan belum mengalami kerugian atas kejadian di Papua. Meski diakui ada mesin ATM yang bukan hanya milik BNI dibakar di Kantor Gubernur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, papua

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top