Milenial Ingin Beli Hunian, Perhatikan Hal Ini

Milenial membutuhkan kesiapan finansial yang prima untuk memutuskan memiliki hunian. Dari perspektif perencanaan keuangan, bukan usia atau tingkat penghasilan yang menentukan waktu paling bijak untuk memutuskan membeli rumah, melainkan terpenuhinya sejumlah pos penting dalam keuangan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  16:22 WIB
Milenial Ingin Beli Hunian, Perhatikan Hal Ini
Real Estate - huffingtonpost

Bisnis.com, JAKARTA - Milenial membutuhkan kesiapan finansial yang prima untuk memutuskan memiliki hunian. Dari perspektif perencanaan keuangan, bukan usia atau tingkat penghasilan yang menentukan waktu paling bijak untuk memutuskan membeli rumah, melainkan terpenuhinya sejumlah pos penting dalam keuangan.

Hal itu seperti dana darurat, kepemilikan asuransi kesehatan, cash-flow yang sehat, serta kebiasaan menabung dan berinvestasi sejak awal masa berkarir.

Perencana keuangan OneShildt Financial Planning Budi Raharjo menekankan, milenial harus terlebih dahulu memenuhi pondasi keuangan tersebut, sebelum membeli hunian. Diperkirakan, milenial yang sejak awal menata keuangannya dengan baik, hanya butuh waktu 3 hingga 4 tahun sejak mulai bekerja untuk mulai membeli hunian.

"Disinilah pentignya milenial mengelola keuangan dengan baik, semua tergantung kondisi keuangan di awal," katanya.

Budi menjelaskan, setelah pondasi keuangan terpenuhi, selanjutnya ada dua syarat bagi milenial untuk membeli rumah. Pertama, harus memiliki kelebihan anggaran dari penghasilan untuk ditabung. Kedua, untuk mengejar kenaikan harga properti dan inflasi, milenial juga disarankan untuk berinvestasi.

Budi juga menjelaskan, membeli hunian tidak lepas dari fasilitas Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) yang biasanya disediakan perbankan. Fasilitas pembiayaan ini di satu sisi memudahkan masyarakat memiliki hunian dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. Namun jika tak disiasati dengan baik, cicilan bisa menjadi beban.

Dia mengatakan, bukan hanya uang muka atau down payment (DP) yang arus dipikirkan saat membeli rumah dengan KPR/KPA, tetapi juga cicilan bulanan.

"Cash-flow itu akan bertambah karena ada cicilan, perawatan, iuran lingkngan dan lain sebagainya, itu semua harus dikalkulasi," ujarnya.

Agar cash-flow tetap sehat, upayakan agar cicilan KPR sejumlah paling besar 30% dari penghasilan bulanan. Budi juga menyarankan, penghasilan paling aman untuk menyicil KPR/KPA adalah 2 hingga 3 kali upah minimum provinsi (UMP).

Jika hal-hal diatas sudah terpenuhi, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan keuangan, tetap mempertahankan dana darurat, rutin membayar premi asuransi kesehatan serta tetap menabung dan berinvestasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hunian

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top