DRIM AAJI 2019, Industri Asuransi Harus Implementasikan Teknologi Digital

Perkembangan teknologi mengharuskan pelaku industri asuransi jiwa melakukan adaptasi dengan mengintegrasikan digitalisasi ke dalam rencana bisnis perusahaan.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 11 September 2019  |  16:37 WIB
DRIM AAJI 2019, Industri Asuransi Harus Implementasikan Teknologi Digital
Pengunjung beraktivitas di dekat logo asuransi jiwa di gedung Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA—Perkembangan teknologi mengharuskan pelaku industri asuransi jiwa melakukan adaptasi dengan mengintegrasikan digitalisasi ke dalam rencana bisnis perusahaan.

Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mengatakan pelaku industri asuransi jiwa harus menyiapkan strategi untuk menghadapi perkembangan teknologi digital.

Hootsuite.com mencatat pengguna internet dan media sosial di Indonesia mencapai 150 juta orang. Lembaga itu juga mencatat 86% pengguna internet di dalam negeri melakukan pembelian secara online.

Selain itu, pengguna internet yang melakukan pencarian produk atau layanan secara online tercatat mencapai 93%.

“Perkembangan teknologi digital selayaknya diintegrasikan ke dalam perencanaan bisnis perusahaan,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (11/9/2019).

Budi menuturkan AAJI mendorong pelaku industri asuransi jiwa untuk menerapkan teknologi digital yang tepat. Hal itu juga yang mendasari AAJI melaksanakan Digital & Risk Management in Insurance Seminar (DRIM) pada 25-27 September 2019.

Dia berharap DRIM dapat mendorong industri asuransi mengembangkan saluran digital yang dapat mendorong percepatan bisnis, dan meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di dalam negeri.

Tahun ini, DRIM fokus mengulas potensi milenial dan digitalisasi di sektor asuransi jiwa. Acara tahunan itu akan dihadiri oleh pakar dunia digital, industri asuransi, dan pelaku usaha yang  telah memanfaatkan teknologi keuangan berbasis digital.

Wiroyo Karsono, Ketua Panitia DRIM AAJI 2019, mengatakan sebagian besar milenial yang ada di Indonesia adalah pengguna internet, dan aktif menggunakan layanan digital keuangan. Peluang itu harusnya dapat dioptimalkan oleh industri asuransi jiwa untuk memperbesar pangsa pasarnya.

“DRIM AAJI 2019 bertujuan untuk mendorong industri asuransi agar lebih paham dan dan mampu melihat potensi dari keunikan yang dimiliki milenial,” katanya.

Dia berharap perusahaan asuransi dapat melakukan analisa yang tepat sebelum mengambil keputusan untuk merangkul milenial melalui literasi dan inklusi keuangan berbasis digital.

Selain mengikuti seminar, para peserta DRIM AAJI 2019 akan mendapatkan 40 poin manajemen program manajemen risiko asuransi dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aaji

Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top