BNI Pacu Layanan Trade Finance

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatat bisnis trade finance menjadi satu kontributor terbesar pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 17 September 2019  |  22:45 WIB
BNI Pacu Layanan Trade Finance
Karyawan melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk, di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatat bisnis trade finance menjadi satu kontributor terbesar pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI). Bank pun hendak memacu layanan tersebut seiring dengan keinginan pemerintah mendorong ekspor.

Perseroan mencatat bahwa FBI dari trade finance per Agustus 2019 berkontribusi sebesar 11,28 persen terhadap total pendapatan berbasis komisi. Secara nilai pencapaian FBI dari satu lini bisnis tersebut tumbuh 7,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada bulan kedelapan tahun ini.

General Manager BNI Singapore Branch Rudy Sihombing Raihan mengatakan bahwa meningkatnya pembangunan infrastruktur dalam negeri membuat bisnis layanan pembiayaan bank bergerak positif, khususnya supply chain financing (SCF) dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN).

Sepanjang periode Januari–Agustus 2019, BNI membukukan volume trade finance sebesar USD32,84 miliar, naik 6,92 persen yoy.

Rudy melanjutkan bahwa bank akan mengoptimalisasi layanan pembiayaan melalui inovasi digital.

“Optimalisasi tersebut dilakukan melalui pengembangan platform digital banking yang mampu mengintegrasikan seluruh fitur jasa keuangan dari berbagai segmen, sehingga diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah dan memperluas pasar,” kata Rudy dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (17/9/2019).

Sejauh ini produk dan layanan trade finance BNI ditunjang oleh sinergi jaringan kantor cabang luar negeri yang tersebar di 6 negara meliputi Singapura, Hong Kong, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Sebelumnya Direktur Manajemen Risiko BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan bahwa bank menjaga pertumbuhan pendapatan komisi dari trade finance melalui dua strategi utama. Pertama, intensifikasi, yakni dengan mengoptimalkan fasilitas pembiayaan perdagangan dari nasabah.

Selain itu, Bank BNI juga menerapkan strategi ekstensifikasi yakni dengan akuisisi nasabah baru melalui skema close loop. “Sehingga antara buyer dan seller diupayakan semua bertransaksi di BNI,” katanya.

Adapun kinerja trade finance BNI mendapat penghargaan Best Trade Finance Bank in Indonesia dari Alpha Southeast Asia untuk kesembilan kalinya.

Alpha Southeast Asia sendiri merupakan media bisnis perbankan berbasis di Hong Kong yang secara reguler mengadakan kompetisi dan penghargaan bagi lembaga keuangan di negara-negara Kawasan Asia Tenggara.

Alpha Southeast Asia merupakan media bisnis perbankan berbasis di Hong Kong yang secara reguler mengadakan kompetisi dan penghargaan bagi lembaga keuangan di negara-negara Kawasan Asia Tenggara antara lain, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Philippines, Vietnam, dan Myanmar. Kompetisi tersebut telah berjalan sejak tahun 2007 dengan 10 kategori penghargaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni, trade finance

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top